JAKARTA – Gula darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang bukan hanya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga dapat merusak pembuluh darah dan bagian penyaring di dalam ginjal.
Kerusakan ginjal akibat diabetes atau diabetic kidney disease biasanya berkembang secara perlahan. Masalahnya, pada tahap awal kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga seseorang dapat mengalami kerusakan ginjal tanpa menyadarinya.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi atau faktor risiko penyakit ginjal lainnya.
Mengapa Gula Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal?
Ginjal memiliki jutaan penyaring kecil yang berfungsi membantu membersihkan darah dari zat sisa dan kelebihan cairan.
Ketika kadar gula darah terlalu tinggi dalam waktu lama, pembuluh darah di ginjal dapat mengalami kerusakan. Akibatnya, kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara optimal dapat menurun. Tekanan darah tinggi yang sering menyertai diabetes juga dapat memperbesar risiko kerusakan ginjal.
Penyakit ginjal kronis kemudian dapat berkembang secara bertahap dan dalam kondisi berat bisa menyebabkan gagal ginjal.
Tanda Awal Sering Kali Tidak Terlihat
Hal yang perlu diketahui adalah penyakit ginjal kronis pada tahap awal sering tidak memiliki gejala.
Menurut NIDDK, cara untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit ginjal akibat diabetes adalah melalui pemeriksaan darah dan urine. Pemeriksaan urine dapat mendeteksi albumin, sedangkan pemeriksaan darah digunakan untuk menilai fungsi penyaringan ginjal.
Salah satu tanda awal yang dapat ditemukan melalui pemeriksaan adalah albumin atau protein yang keluar melalui urine. Kondisi tersebut dapat terjadi sebelum seseorang merasakan keluhan tertentu.
Gejala yang Bisa Muncul Saat Penyakit Ginjal Berkembang
Ketika fungsi ginjal semakin terganggu, sejumlah keluhan dapat muncul. Kementerian Kesehatan menyebut beberapa gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Sering buang air kecil atau perubahan frekuensi buang air kecil
- Urine berbusa atau berdarah
- Bengkak pada tangan dan kaki
- Mudah lelah
- Sulit tidur
- Mual dan muntah
- Kram otot
- Kulit kering dan gatal
- Sulit berkonsentrasi atau mengingat
Namun, gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami kerusakan ginjal akibat gula darah tinggi. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Siapa yang Perlu Waspada?
Risiko penyakit ginjal meningkat pada orang yang mengalami diabetes. Tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan riwayat keluarga gagal ginjal juga menjadi faktor risiko penting.
Karena itu, orang dengan diabetes sebaiknya tidak hanya memantau kadar gula darah, tetapi juga memeriksa kesehatan ginjal secara berkala.
NIDDK merekomendasikan pemeriksaan penyakit ginjal setiap tahun bagi orang dengan diabetes tipe 2 dan bagi orang yang telah mengalami diabetes tipe 1 selama lebih dari lima tahun.
Pemeriksaan Apa yang Bisa Dilakukan?
Dokter dapat menggunakan pemeriksaan darah dan urine untuk mengetahui kondisi ginjal.
Pemeriksaan urine dapat mengukur albumin, sedangkan pemeriksaan darah dapat digunakan untuk menilai kadar kreatinin dan memperkirakan kemampuan ginjal dalam menyaring darah atau estimated glomerular filtration rate (eGFR).
Pemeriksaan tersebut penting karena seseorang bisa mengalami penyakit ginjal meskipun belum merasakan gejala.
Cara Membantu Melindungi Ginjal
Mengendalikan gula darah merupakan salah satu langkah penting untuk memperlambat atau mencegah kerusakan ginjal akibat diabetes.
Selain itu, tekanan darah dan kolesterol juga perlu dikendalikan. Aktivitas fisik, pola makan sehat, tidak merokok dan mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter juga dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Bagi orang yang memiliki diabetes, pemeriksaan ginjal secara rutin dapat membantu menemukan masalah lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kerusakan berkembang lebih jauh.
Kesimpulan
Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah penyakit ginjal pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala.
Karena itu, jangan menunggu munculnya bengkak, urine berbusa, mudah lelah atau keluhan lainnya untuk memeriksakan ginjal. Bagi orang dengan diabetes atau faktor risiko lainnya, pemeriksaan darah dan urine secara berkala dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal lebih awal.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau diagnosis tenaga kesehatan.
Judulnya kuat untuk CTR, tetapi secara medis saya sarankan angle-nya dibuat lebih akurat: kerusakan ginjal akibat diabetes/gula darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Justru ini yang membuat topiknya menarik.
Berikut versi siap tayang SEO + RPM tinggi:
🔥 Paket SEO
Judul alternatif CTR:
Gula Darah Tinggi Diam-Diam Rusak Ginjal, Ini Tanda yang Sering Tak Disadari
Focus keyphrase:
gula darah tinggi merusak ginjal
Frasa turunan:
gula darah tinggi dan ginjal, tanda ginjal rusak karena diabetes, gejala penyakit ginjal, diabetes menyebabkan penyakit ginjal, tanda awal penyakit ginjal, ginjal dan diabetes
Meta description:
Gula darah tinggi dalam jangka panjang bisa merusak ginjal. Kenali tanda penyakit ginjal, faktor risiko dan pemeriksaan yang penting dilakukan.
Slug:
gula-darah-tinggi-merusak-ginjal-tanda-awal
Tag:
Gula Darah, Diabetes, Ginjal, Penyakit Ginjal, Gula Darah Tinggi, Kesehatan, Diabetes Tipe 2, Penyakit Ginjal Kronis, Gejala Diabetes
FAQ SEO:
Apakah gula darah tinggi bisa merusak ginjal?
Ya. Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan penyaring di ginjal sehingga meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Apa tanda awal ginjal rusak karena diabetes?
Penyakit ginjal akibat diabetes sering tidak memiliki gejala pada tahap awal. Albumin dalam urine dapat menjadi salah satu tanda yang ditemukan melalui pemeriksaan.
Apakah urine berbusa berarti ginjal rusak?
Urine berbusa dapat berkaitan dengan protein dalam urine, tetapi tidak cukup untuk memastikan adanya penyakit ginjal. Pemeriksaan urine diperlukan.
Kapan penderita diabetes perlu memeriksa ginjal?
NIDDK menyarankan pemeriksaan setiap tahun untuk penderita diabetes tipe 2 dan mereka yang telah mengalami diabetes tipe 1 selama lebih dari lima tahun.
Apa yang bisa dilakukan untuk menjaga ginjal?
Mengendalikan gula darah dan tekanan darah, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan ginjal secara berkala dapat membantu mencegah atau memperlambat penyakit ginjal kronis. (*)
Editor : Fanda Yosephta









