Belum Rilis, Chip AI Nvidia Sudah Dipesan Rp16.985 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Perusahaan teknologi raksasa Nvidia mencatat lonjakan permintaan luar biasa untuk produk chip terbarunya, bahkan sebelum resmi dirilis ke pasar.

Nilai pesanan untuk dua chip unggulan, yakni Blackwell dan Vera Rubin, disebut telah menembus US$ 1 triliun atau sekitar Rp16.985 triliun, dengan jadwal pengiriman hingga dua tahun ke depan.

Permintaan Melonjak di Tengah Tren AI

CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan datang dari berbagai kalangan, mulai dari perusahaan teknologi besar hingga startup yang tengah mengembangkan kecerdasan buatan (AI).

Lonjakan ini dipicu oleh persaingan global dalam pengembangan teknologi AI, yang membuat kebutuhan terhadap chip berperforma tinggi semakin meningkat.

Baca Juga :  YouTube Perketat Monetisasi 2026, Konten AI Berkualitas Rendah Tak Lagi Dibayar

Chip Baru Lebih Hemat dan Bertenaga

Salah satu produk andalan, Vera Rubin, dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini. Chip ini diklaim membawa peningkatan signifikan, terutama dalam efisiensi energi dan performa.

Dengan lebih dari 1,3 juta komponen, Vera Rubin disebut mampu meningkatkan performa hingga 10 kali lipat per watt dibanding generasi sebelumnya, Grace Blackwell.

Kemampuan ini dinilai penting untuk menekan konsumsi listrik di pusat data (data center) yang digunakan dalam pengolahan AI.

Valuasi Nvidia Tembus Rekor

Baca Juga :  Belajar AI Digaji Rp1,5 Miliar per Tahun, Program Claude Corps Buka Pendaftaran

Tingginya permintaan chip AI turut mendongkrak nilai perusahaan. Nvidia kini memiliki valuasi mencapai US$ 4,5 triliun atau sekitar Rp76.432 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Kenaikan tersebut juga berdampak pada kekayaan Jensen Huang yang kini mencapai lebih dari US$ 150 miliar, mengukuhkannya sebagai salah satu orang terkaya global.

Industri Teknologi Makin Kompetitif

Fenomena ini menunjukkan bahwa industri teknologi, khususnya sektor AI, semakin kompetitif dan menjadi pusat perhatian dunia.

Dengan permintaan yang terus meningkat, Nvidia diperkirakan akan tetap menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi masa depan.

Berita Terkait

Punya Kekayaan Rp4.518 Triliun, Mark Zuckerberg Tetap Gunakan Galaxy S24 Ultra
AI Automation for Australian Small Businesses: Where to Start
Cyber Insurance for Small Business: What Does It Cover in 2026?
Rupiah Menguat ke Rp17.903 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Investasi dan Transaksi Valuta Asing
Bunga Deposito Allo Bank Terbaru Naik hingga 9 Persen, Cek Tenor, Keuntungan, dan Pajaknya
Cara Aktivasi DANA Cicil 2026, Ini Langkah Resminya
BSI Hasanah KKI Card Tembus 10.000 Pengguna, Baru Sebulan Diluncurkan
IHSG Hari Ini 25 September 2026 Dibuka Menguat ke 6.316, Saham AMRT hingga BMRI Naik
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

Punya Kekayaan Rp4.518 Triliun, Mark Zuckerberg Tetap Gunakan Galaxy S24 Ultra

Sabtu, 26 September 2026 - 07:08 WIB

AI Automation for Australian Small Businesses: Where to Start

Jumat, 25 September 2026 - 23:01 WIB

Cyber Insurance for Small Business: What Does It Cover in 2026?

Jumat, 25 September 2026 - 18:30 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.903 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Investasi dan Transaksi Valuta Asing

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

Bunga Deposito Allo Bank Terbaru Naik hingga 9 Persen, Cek Tenor, Keuntungan, dan Pajaknya

Berita Terbaru