Belajar AI Digaji Rp1,5 Miliar per Tahun, Program Claude Corps Buka Pendaftaran

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Businessman typing on laptop computer keyboard at desk in office.

Businessman typing on laptop computer keyboard at desk in office.

TEKNOLOGI – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic resmi membuka pendaftaran program Claude Corps, sebuah program fellowship yang menawarkan kesempatan belajar sekaligus bekerja di bidang kecerdasan buatan dengan kompensasi mencapai US$85.000 atau sekitar Rp1,5 miliar per tahun.

Program ini ditujukan untuk membantu organisasi nirlaba mengadopsi teknologi AI dalam operasional sehari-hari, sekaligus mencetak talenta muda yang siap menghadapi transformasi digital.

Pendaftaran gelombang pertama dibuka hingga 17 Juli 2026, sementara peserta terpilih akan mulai menjalani program pada Oktober 2026.

Apa Itu Program Claude Corps?

Claude Corps merupakan program fellowship selama satu tahun yang didanai Anthropic melalui investasi awal sebesar US$150 juta.

Dana tersebut digunakan untuk melatih sekitar 1.000 peserta, dengan gelombang pertama melibatkan 100 fellow yang akan ditempatkan di sekitar 400 organisasi nirlaba di Amerika Serikat.

Selama mengikuti program, peserta akan membantu organisasi menerapkan teknologi AI, khususnya menggunakan model AI milik Anthropic, Claude.

Gaji Capai Rp1,5 Miliar per Tahun

Peserta program akan memperoleh kompensasi sebesar US$85.000 per tahun, atau setara sekitar Rp1,5 miliar (tergantung kurs).

Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta juga mendapatkan pelatihan intensif mengenai penerapan AI dalam berbagai sektor, terutama organisasi sosial dan nirlaba.

Baca Juga :  Cara Menghasilkan Uang Online dengan AI Tahun 2026, Cocok untuk Pemula

Syarat Mengikuti Program

Anthropic menetapkan persyaratan yang cukup terbuka bagi pelamar, di antaranya:

  • Berusia minimal 18 tahun.
  • Memiliki pengalaman kerja penuh waktu kurang dari dua tahun.
  • Tidak wajib memiliki latar belakang ilmu komputer.
  • Tidak diwajibkan menguasai teknik prompt AI.
  • Terbuka bagi berbagai latar belakang pendidikan.

Fokus utama program adalah kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI untuk menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan kerja.

Apakah Warga Indonesia Bisa Mendaftar?

Untuk saat ini, peluang masyarakat Indonesia mengikuti program tersebut masih sangat terbatas.

Program Claude Corps dirancang untuk menempatkan peserta di organisasi nirlaba yang berada di Amerika Serikat.

Selain itu, pelaksanaan program dikelola oleh organisasi CodePath sebagai pemberi kerja resmi, sementara Social Finance bertugas melakukan evaluasi dan pengukuran dampak program.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai pembukaan pendaftaran bagi peserta internasional di luar Amerika Serikat.

Pelatihan AI untuk ASN Indonesia

Meski belum bisa mengikuti Claude Corps, masyarakat Indonesia tetap memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan AI melalui berbagai program nasional.

Baca Juga :  Pre-Order Galaxy S26 Series Pecahkan Rekor, Varian Ultra Paling Diburu

Salah satunya merupakan kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Microsoft Indonesia, yang menargetkan pelatihan AI dan kepemimpinan digital bagi sekitar 145 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN).

Program tersebut bertujuan mempercepat transformasi birokrasi di era kecerdasan buatan. BKN juga telah mengembangkan berbagai layanan berbasis AI, seperti chatbot, sistem AI proctoring, klasifikasi dokumen otomatis, hingga verifikasi dokumen berbasis AI.

Transformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus mempersiapkan ASN menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi AI.


FAQ

Apa itu Claude Corps?
Claude Corps adalah program fellowship dari Anthropic yang melatih peserta menerapkan AI di organisasi nirlaba di Amerika Serikat.

Berapa gaji peserta Claude Corps?
Peserta menerima kompensasi sekitar US$85.000 atau sekitar Rp1,5 miliar per tahun.

Kapan pendaftaran ditutup?
Pendaftaran gelombang pertama dibuka hingga 17 Juli 2026.

Apakah warga Indonesia bisa mengikuti?
Saat ini program ditujukan untuk penempatan di organisasi nirlaba di Amerika Serikat dan belum ada informasi resmi mengenai pembukaan bagi pelamar internasional.

Berita Terkait

Xiaomi 18 Pro Max dan Watch 2 2026 Terdaftar di Postel, Ini Detailnya
HP OmniBook 3 16 Terbaru: Spesifikasi, Harga, dan Daya Tahan Baterai
Realme Tinggalkan Realme UI, Ini Daftar HP yang Kebagian ColorOS 17
Cara Mengosongkan Memori WhatsApp Tanpa Menghapus Chat Penting
Rekomendasi Pocket Action Camera untuk Vlogging dan Traveling
Baru Beli iPhone 18 Pro? Begini Cara Transfer Data dari iPhone Lama
iPhone Duo Layar Lipat Apple Diburu Pembeli, Harga Reseller Melonjak
ASUS UGen Intel Arc Pro B70 32GB, VGA Profesional untuk Kebutuhan AI
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Xiaomi 18 Pro Max dan Watch 2 2026 Terdaftar di Postel, Ini Detailnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:00 WIB

HP OmniBook 3 16 Terbaru: Spesifikasi, Harga, dan Daya Tahan Baterai

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Realme Tinggalkan Realme UI, Ini Daftar HP yang Kebagian ColorOS 17

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Cara Mengosongkan Memori WhatsApp Tanpa Menghapus Chat Penting

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rekomendasi Pocket Action Camera untuk Vlogging dan Traveling

Berita Terbaru