YouTube Perketat Monetisasi 2026, Konten AI Berkualitas Rendah Tak Lagi Dibayar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – YouTube memperbarui kebijakan monetisasi Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program/YPP) dengan mempertegas jenis konten yang tidak lagi memenuhi syarat untuk memperoleh pendapatan dari platform.

Perubahan ini ditujukan untuk mendorong lahirnya konten yang lebih orisinal, kreatif, dan memiliki nilai tambah bagi penonton, seiring semakin luasnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembuatan video.

Kepala Kepercayaan dan Keamanan YouTube, Matt Halprin, menjelaskan bahwa teknologi AI sebenarnya dapat membantu kreator menghasilkan konten berkualitas dengan lebih efisien. Namun, ia menilai sebagian pihak justru memanfaatkannya untuk memproduksi video dalam jumlah besar dengan kualitas yang minim.

Menurutnya, YouTube tetap mendukung penggunaan AI selama menghasilkan karya yang kreatif dan memberikan manfaat bagi audiens.

Konten yang Tidak Lagi Memenuhi Syarat Monetisasi

Dalam kebijakan terbaru, YouTube menjelaskan beberapa jenis konten yang berpotensi tidak lagi memenuhi syarat untuk dimonetisasi melalui YPP, di antaranya:

  • Konten berulang atau repetitif, termasuk video yang dibuat menggunakan AI, CGI, atau template tanpa memberikan nilai kreatif yang signifikan.
  • Video tutorial hasil reproduksi, yaitu konten yang hanya menyalin atau mengulang materi orang lain tanpa unsur orisinalitas.
  • Konten manipulatif secara emosional, misalnya video yang sengaja menampilkan penderitaan hewan atau situasi tertentu demi menarik simpati dan meningkatkan jumlah penonton.
  • Konten menggunakan persona AI, terutama yang menampilkan representasi tokoh nyata untuk membahas topik sensitif seperti keuangan, hukum, kesehatan, atau medis.
Baca Juga :  Portal Medicare Australia Dibobol Agen AI, OpenAI Buka Suara

YouTube menegaskan bahwa kanal yang secara konsisten mengunggah jenis konten tersebut dapat kehilangan hak monetisasi, meskipun sebagian video tidak dibuat sepenuhnya menggunakan AI.

AI Tetap Diperbolehkan Asalkan Bernilai

Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan ini bukan larangan terhadap penggunaan AI. Sebaliknya, YouTube tetap membuka ruang bagi kreator yang memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas produksi.

Baca Juga :  Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus dan Instagram Plus, Ini Harga serta Fitur Lengkapnya

Fokus utama platform adalah memastikan setiap konten memiliki kreativitas, narasi yang jelas, serta memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi penonton.

Dengan pembaruan kebijakan ini, kreator diharapkan lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas dalam memproduksi video agar tetap memenuhi syarat monetisasi di Program Mitra YouTube.


FAQ

Apakah YouTube melarang konten AI?
Tidak. YouTube masih mengizinkan penggunaan AI selama menghasilkan konten yang orisinal, kreatif, dan memiliki nilai tambah.

Konten seperti apa yang tidak bisa dimonetisasi?
Konten berulang, hasil salinan, video manipulatif, serta penggunaan persona AI untuk topik sensitif berpotensi tidak memenuhi syarat monetisasi.

Apakah video tutorial masih bisa dimonetisasi?
Bisa, selama tutorial tersebut merupakan karya asli dan bukan hasil reproduksi dari konten kreator lain.

Apakah aturan ini berlaku untuk semua kreator?
Ya. Kebijakan berlaku bagi peserta Program Mitra YouTube (YPP) yang ingin memperoleh penghasilan dari platform.

Berita Terkait

Infinix XENERGY L1000 Punya Fitur UPS, Bisa Jadi Cadangan Listrik saat Padam
Harga itel Fit O18 Rp189 Ribu, Smartwatch Murah dengan Ratusan Mode Olahraga
Razer Kraken Kitty V3 untuk Gaming dan Streaming, Simak Spesifikasi serta Harganya
Keyboard Canggih Ficihp Dibekali Layar Sentuh, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Main Game Xbox Tanpa Konsol, Cloud Playtime Tawarkan Harga Mulai Rp 72.000
Pendapatan Meta Tembus Rp 1.151 Triliun, Investasi AI Makin Besar
Alokasi TKD 2026 Turun 24 Persen, Prabowo Janji Aliran Dana Daerah Meningkat
Huawei Nova 16s vs Nova 16s Pro, Ini Perbedaan Spesifikasi dan Harga
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Infinix XENERGY L1000 Punya Fitur UPS, Bisa Jadi Cadangan Listrik saat Padam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Harga itel Fit O18 Rp189 Ribu, Smartwatch Murah dengan Ratusan Mode Olahraga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Razer Kraken Kitty V3 untuk Gaming dan Streaming, Simak Spesifikasi serta Harganya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Keyboard Canggih Ficihp Dibekali Layar Sentuh, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Main Game Xbox Tanpa Konsol, Cloud Playtime Tawarkan Harga Mulai Rp 72.000

Berita Terbaru