TEKNOLOGI – YouTube memperbarui kebijakan monetisasi Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program/YPP) dengan mempertegas jenis konten yang tidak lagi memenuhi syarat untuk memperoleh pendapatan dari platform.
Perubahan ini ditujukan untuk mendorong lahirnya konten yang lebih orisinal, kreatif, dan memiliki nilai tambah bagi penonton, seiring semakin luasnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembuatan video.
Kepala Kepercayaan dan Keamanan YouTube, Matt Halprin, menjelaskan bahwa teknologi AI sebenarnya dapat membantu kreator menghasilkan konten berkualitas dengan lebih efisien. Namun, ia menilai sebagian pihak justru memanfaatkannya untuk memproduksi video dalam jumlah besar dengan kualitas yang minim.
Menurutnya, YouTube tetap mendukung penggunaan AI selama menghasilkan karya yang kreatif dan memberikan manfaat bagi audiens.
Konten yang Tidak Lagi Memenuhi Syarat Monetisasi
Dalam kebijakan terbaru, YouTube menjelaskan beberapa jenis konten yang berpotensi tidak lagi memenuhi syarat untuk dimonetisasi melalui YPP, di antaranya:
- Konten berulang atau repetitif, termasuk video yang dibuat menggunakan AI, CGI, atau template tanpa memberikan nilai kreatif yang signifikan.
- Video tutorial hasil reproduksi, yaitu konten yang hanya menyalin atau mengulang materi orang lain tanpa unsur orisinalitas.
- Konten manipulatif secara emosional, misalnya video yang sengaja menampilkan penderitaan hewan atau situasi tertentu demi menarik simpati dan meningkatkan jumlah penonton.
- Konten menggunakan persona AI, terutama yang menampilkan representasi tokoh nyata untuk membahas topik sensitif seperti keuangan, hukum, kesehatan, atau medis.
YouTube menegaskan bahwa kanal yang secara konsisten mengunggah jenis konten tersebut dapat kehilangan hak monetisasi, meskipun sebagian video tidak dibuat sepenuhnya menggunakan AI.
AI Tetap Diperbolehkan Asalkan Bernilai
Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan ini bukan larangan terhadap penggunaan AI. Sebaliknya, YouTube tetap membuka ruang bagi kreator yang memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas produksi.
Fokus utama platform adalah memastikan setiap konten memiliki kreativitas, narasi yang jelas, serta memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi penonton.
Dengan pembaruan kebijakan ini, kreator diharapkan lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas dalam memproduksi video agar tetap memenuhi syarat monetisasi di Program Mitra YouTube.
FAQ
Apakah YouTube melarang konten AI?
Tidak. YouTube masih mengizinkan penggunaan AI selama menghasilkan konten yang orisinal, kreatif, dan memiliki nilai tambah.
Konten seperti apa yang tidak bisa dimonetisasi?
Konten berulang, hasil salinan, video manipulatif, serta penggunaan persona AI untuk topik sensitif berpotensi tidak memenuhi syarat monetisasi.
Apakah video tutorial masih bisa dimonetisasi?
Bisa, selama tutorial tersebut merupakan karya asli dan bukan hasil reproduksi dari konten kreator lain.
Apakah aturan ini berlaku untuk semua kreator?
Ya. Kebijakan berlaku bagi peserta Program Mitra YouTube (YPP) yang ingin memperoleh penghasilan dari platform.









