JAKARTA – Pemerintah memastikan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk triwulan II tahun 2026 akan mulai dicairkan dalam waktu dekat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut penyaluran ditargetkan berjalan pada minggu ketiga April dan rampung paling lambat akhir bulan.
Kepastian ini disampaikan usai pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta. Pemerintah mengklaim proses pencairan tahun ini bisa lebih cepat karena sistem pendataan penerima sudah diperbarui.
Mensos menjelaskan bahwa penyaluran bansos kini berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui setiap tiga bulan. Perubahan signifikan terjadi pada waktu penerimaan data, yang kini maju dari sebelumnya tanggal 20 menjadi tanggal 10 di awal triwulan.
Dengan percepatan data tersebut, distribusi bantuan kepada masyarakat bisa dilakukan lebih awal. Total penerima manfaat mencapai sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Penyaluran bansos dilakukan melalui rekening bank Himbara serta PT Pos Indonesia. Skema ini dirancang agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat secara aman dan tepat sasaran.
Khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas, pemerintah memastikan adanya layanan antar langsung ke rumah. Petugas dari pemerintah daerah akan membantu penyaluran agar kelompok rentan tetap mendapatkan haknya.
Namun demikian, Mensos mengakui adanya perubahan daftar penerima pada triwulan ini. Sejumlah warga yang sebelumnya menerima bantuan, kini tidak lagi terdaftar karena pembaruan data yang bersifat dinamis.
Bagi masyarakat yang merasa tidak lagi menerima bansos, pemerintah membuka jalur pengaduan melalui RT/RW, dinas sosial, hingga layanan Command Center 121 dan WhatsApp resmi Kemensos.
FAQ Bansos PKH & BPNT 2026 (Paling Banyak Dicari)
1. Kapan bansos PKH dan BPNT cair April 2026?
Bansos mulai disalurkan pada minggu ketiga April 2026 dan ditargetkan selesai sebelum akhir bulan.
2. Berapa jumlah penerima bansos tahun ini?
Sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
3. Kenapa ada yang tidak menerima bansos lagi?
Karena data penerima diperbarui melalui DTSEN yang bersifat dinamis sesuai kondisi terbaru.
4. Bagaimana cara cek penerima bansos?
Bisa melalui aplikasi resmi Kemensos atau website cek bansos dengan memasukkan NIK KTP.
5. Ke mana harus mengadu jika bansos tidak cair?
Masyarakat bisa melapor ke RT/RW, dinas sosial, atau melalui Command Center 121 dan WhatsApp Kemensos.









