Vertigo Datang Mendadak? Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Vertigo sering kali datang tanpa peringatan dan membuat penderitanya panik karena sensasi berputar yang tiba-tiba muncul. Kondisi ini bukan sekadar pusing biasa, melainkan gangguan keseimbangan yang bisa mengganggu aktivitas harian bahkan membuat seseorang sulit berdiri atau berjalan. Banyak orang baru menyadari pentingnya kondisi ini setelah mengalami serangan vertigo secara mendadak.

Secara medis, vertigo merupakan sensasi seolah-olah lingkungan sekitar bergerak atau berputar, padahal tubuh dalam keadaan diam. Kondisi ini berkaitan dengan sistem vestibular di telinga bagian dalam serta sistem saraf pusat yang mengatur keseimbangan tubuh. Karena itu, vertigo sering kali menjadi gejala dari gangguan tertentu, bukan penyakit tunggal.

Vertigo dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Vertigo perifer merupakan jenis yang paling umum terjadi dan biasanya disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, seperti BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo), penyakit Meniere, labirinitis, atau neuritis vestibular. Gejalanya sering muncul saat perubahan posisi kepala, misalnya saat bangun tidur atau menoleh secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Keinginan Lama Murasman Dituntaskan Monadi: Kemenkes Turun, RS Bukit Tengah Siap Dibangun 2026

Sementara itu, vertigo sentral berkaitan dengan gangguan pada otak atau sistem saraf pusat. Penyebabnya bisa lebih serius, seperti stroke, tumor otak, migrain vestibular, atau multiple sclerosis. Jenis ini biasanya disertai gejala tambahan seperti gangguan bicara, kelemahan anggota tubuh, hingga kehilangan koordinasi, sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Gejala vertigo umumnya meliputi sensasi berputar, kehilangan keseimbangan, pusing mendadak, mual, muntah, keringat dingin, hingga penglihatan kabur. Pada beberapa kasus, vertigo juga dapat disertai telinga berdenging atau gangguan pendengaran. Intensitasnya bisa ringan hingga berat dan berlangsung dari beberapa detik hingga berjam-jam.

Penyebab vertigo bisa beragam, mulai dari pergeseran kristal kecil di telinga bagian dalam pada kasus BPPV, infeksi atau peradangan telinga, hingga gangguan saraf. Selain itu, faktor gaya hidup seperti kurang tidur, stres, dehidrasi, dan konsumsi kafein berlebihan juga dapat memicu vertigo kambuh secara tiba-tiba.

Untuk memastikan penyebabnya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan seperti tes keseimbangan, tes Dix-Hallpike, pemeriksaan pendengaran, hingga MRI atau CT scan jika dicurigai gangguan pada otak. Diagnosis yang tepat sangat penting agar pengobatan bisa dilakukan secara efektif sesuai penyebabnya.

Baca Juga :  Tak Harus ke RS, Pasien Gagal Ginjal Kini Bisa Cuci Darah Mandiri Lewat CAPD

Penanganan vertigo tergantung pada faktor pemicunya. Pada kasus BPPV, dokter biasanya melakukan manuver Epley untuk mengembalikan posisi kristal di telinga. Selain itu, obat seperti antihistamin, obat antimual, antibiotik, atau terapi rehabilitasi vestibular juga bisa diberikan untuk membantu mengurangi gejala dan mencegah kekambuhan.

Untuk mencegah vertigo kambuh, penting menjaga pola hidup sehat seperti tidur cukup, menghindari perubahan posisi kepala secara mendadak, mengelola stres, serta menjaga asupan cairan tubuh. Membatasi konsumsi kafein dan rutin melakukan latihan keseimbangan juga dapat membantu mengurangi risiko vertigo datang kembali.

Jika vertigo tiba-tiba kambuh, sebaiknya segera hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring di tempat yang aman. Posisikan kepala sedikit lebih tinggi, pejamkan mata, dan hindari gerakan mendadak. Jika gejala berlangsung lama atau sering berulang, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius. (*/Tim)

Berita Terkait

Kabar Baik ! RSUD A Thalib Sungai Penuh Segera Naik Jadi Tipe B, CT Scan dan Mamografi Sudah Disiapkan
CT-Scan Segera Hadir di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Warga Sungai Penuh dan Kerinci Dapat Kabar Baik
Gula Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal, Ini Tanda Awal yang Sering Tidak Disadari
Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan
Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya
BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru
Obat Hipertensi yang Ditanggung BPJS 2026: Ini Daftar dan Cara Mendapatkannya
Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:19 WIB

Kabar Baik ! RSUD A Thalib Sungai Penuh Segera Naik Jadi Tipe B, CT Scan dan Mamografi Sudah Disiapkan

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

CT-Scan Segera Hadir di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Warga Sungai Penuh dan Kerinci Dapat Kabar Baik

Rabu, 2 September 2026 - 21:01 WIB

Gula Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal, Ini Tanda Awal yang Sering Tidak Disadari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:08 WIB

Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya

Berita Terbaru