SUNGAI PENUH – Perjalanan panjang Dr. Toni Indrayadi, M.Pd. di dunia pendidikan tinggi memasuki babak baru. Akademisi asal Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, itu resmi menyandang jabatan guru besar bidang ilmu Bahasa Inggris di IAIN Kerinci.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru besar Toni pada 7 September 2026.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Toni. Sebelum mencapai jabatan akademik tertinggi, ia melewati proses pendidikan hingga jenjang doktoral sekaligus aktif dalam kegiatan organisasi dan kemasyarakatan.
Sosok yang lahir dan tumbuh dari Sungai Liuk itu kini membawa pengalaman akademik dan organisasi ke dalam peran barunya sebagai guru besar.
Dari Sungai Liuk Menuju Kursi Profesor
Toni Indrayadi lahir di Desa Seberang atau Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, pada 1 Maret 1977.
Dari daerah tersebut, perjalanan pendidikannya terus berkembang. Toni kemudian menekuni dunia pendidikan tinggi dan memperkuat kapasitas akademiknya melalui pendidikan doktoral.
Ia menyelesaikan pendidikan S3 di Fakultas Pendidikan Universitas Jambi (Unja). Pendidikan doktoral menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya sebelum akhirnya mencapai jabatan guru besar.
Perjalanan tersebut memperlihatkan proses panjang yang dijalani Toni untuk membangun kompetensi di bidang pendidikan, khususnya ilmu Bahasa Inggris.
Resmi Raih Guru Besar Bahasa Inggris
Puncak perjalanan akademik Toni ditandai dengan diterbitkannya SK guru besar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI pada 7 September 2026.
Melalui keputusan tersebut, Toni resmi menyandang jabatan guru besar bidang ilmu Bahasa Inggris di IAIN Kerinci.
Gelar profesor tidak hanya menjadi pencapaian personal. Jabatan tersebut juga membawa tanggung jawab akademik yang lebih besar.
Sebagai guru besar, Toni memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi dalam pendidikan, penelitian, pengembangan keilmuan, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Bidang Bahasa Inggris yang selama ini ditekuninya menjadi bagian penting dari kiprah tersebut.
Pernah Aktif di Pemuda Pancasila
Di luar dunia akademik, Toni juga memiliki pengalaman dalam organisasi kemasyarakatan.
Ia pernah aktif dalam Pemuda Pancasila di Kota Sungai Penuh. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Toni sebelum dirinya mencapai posisi sebagai guru besar.
Pengalaman organisasi memberikan warna berbeda dalam perjalanan profesionalnya. Aktivitas akademik yang dijalani Toni berjalan berdampingan dengan keterlibatannya dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.
Jejak tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Toni tidak hanya dibangun melalui ruang kelas dan lingkungan kampus, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi.
Pernah Memimpin KONI Kota Sungai Penuh
Selain pengalaman di Pemuda Pancasila, Toni juga pernah dipercaya memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sungai Penuh.
Keterlibatannya dalam organisasi olahraga memperluas pengalaman Toni dalam menjalankan kepemimpinan dan berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat.
Pengalaman sebagai organisator tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum kemudian fokus memperkuat kiprah di dunia akademik.
Dengan latar belakang tersebut, Toni memiliki pengalaman yang tidak hanya berasal dari bidang pendidikan tinggi, tetapi juga organisasi dan kehidupan sosial di daerah.
Pendidikan S3 Jadi Pijakan Penting
Perjalanan menuju guru besar tidak terlepas dari pendidikan akademik yang ditempuh Toni.
Ia melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral di Fakultas Pendidikan Universitas Jambi. Pendidikan S3 menjadi salah satu pijakan penting dalam pengembangan kapasitas dan karier akademiknya.
Setelah menempuh pendidikan doktoral, Toni terus mengembangkan kiprahnya di lingkungan perguruan tinggi.
Bidang Bahasa Inggris menjadi fokus keilmuan yang kemudian mengantarkannya menuju jabatan akademik guru besar.
Terbitnya SK pada 7 September 2026 menjadi pengakuan atas perjalanan akademik tersebut.
Putra Sungai Liuk yang Menembus Jenjang Akademik Tertinggi
Bagi Kota Sungai Penuh, pencapaian Toni memiliki cerita tersendiri.
Ia berasal dari Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit. Dari daerah tersebut, Toni menempuh perjalanan pendidikan hingga mencapai jenjang doktoral dan kemudian membangun karier di perguruan tinggi.
Kini, ia menyandang jabatan guru besar bidang ilmu Bahasa Inggris di IAIN Kerinci.
Perjalanan tersebut menjadi contoh bahwa akademisi yang berasal dari daerah dapat berkembang hingga mencapai jenjang akademik tertinggi.
Nama Sungai Liuk pun ikut tercatat dalam perjalanan karier akademik Toni.
Bukan Sekadar Gelar, Ada Tanggung Jawab Baru
Menjadi guru besar bukan sekadar perubahan gelar akademik.
Jabatan profesor membawa tanggung jawab untuk terus menghasilkan pemikiran dan karya yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
Toni kini memiliki tanggung jawab lebih besar untuk mengembangkan ilmu Bahasa Inggris melalui kegiatan akademik, penelitian, publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pengalaman panjangnya di dunia organisasi juga dapat menjadi modal dalam menjalankan peran tersebut.
Babak Baru Perjalanan Toni Indrayadi
SK yang terbit pada 7 September 2026 menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan Toni Indrayadi.
Dari Sungai Liuk, ia menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral di Universitas Jambi, membangun karier di dunia pendidikan tinggi, serta aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan olahraga.
Kini, Toni resmi menyandang jabatan guru besar Bahasa Inggris di IAIN Kerinci.
Perjalanan tersebut tidak berhenti pada pencapaian gelar profesor. Justru, jabatan baru itu membuka tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan tinggi dan ilmu Bahasa Inggris. (*)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









