JAKARTA – Sepanjang 2025, sepuluh entitas anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan kinerja positif. Total laba bersih yang dibukukan mencapai Rp10,37 triliun atau tumbuh 16,1% secara tahunan (year on year/yoy).
Capaian tersebut berkontribusi sebesar 18,2% terhadap total laba konsolidasian BRI yang pada 2025 tercatat sebesar Rp57,13 triliun. Meski laba induk secara keseluruhan terkoreksi 5,26% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,30 triliun, pertumbuhan dari anak usaha menjadi penopang penting profitabilitas grup.
Direktur Networking dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyampaikan bahwa penguatan perusahaan anak merupakan bagian dari strategi transformasi BRIVolution Reignite yang tengah dijalankan perseroan.
“BRI terus mendorong sumber pertumbuhan baru melalui optimalisasi dan sinergi entitas anak di dalam BRI Group,” ujarnya dalam paparan kinerja keuangan 2025, Kamis (26/2/2026).
Diversifikasi Sumber Laba
Sepuluh anak usaha tersebut berasal dari berbagai lini bisnis jasa keuangan, mulai dari pembiayaan mikro hingga pasar modal dan remitansi internasional.
Beberapa entitas utama yang menyumbang kinerja antara lain:
PT Pegadaian di sektor gadai dan pembiayaan mikro
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada pembiayaan ultra mikro
PT Asuransi BRI Life di asuransi jiwa
PT BRI Asuransi Indonesia pada asuransi umum
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sebagai bank digital
Selain itu, kontribusi juga datang dari BRI Finance, PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI), BRI Ventures, hingga BRI Global Financial Services Co. Ltd yang bergerak di remitansi dan pembiayaan luar negeri.
Diversifikasi bisnis ini memperkuat model konglomerasi keuangan BRI, sehingga tidak semata bergantung pada pendapatan bunga dari kredit perbankan.
Pendapatan Bunga Tetap Tumbuh
Secara konsolidasi, pendapatan bunga BRI sepanjang 2025 tercatat Rp207,78 triliun atau naik 4,27% yoy. Beban bunga juga meningkat tipis 1,2% menjadi Rp57,28 triliun.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih dan pendapatan jasa asuransi naik 5,54% menjadi Rp151,8 triliun. Kinerja ini mencerminkan fundamental intermediasi yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan likuiditas.
Strategi Jangka Panjang
BRI menilai penguatan anak usaha menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Sinergi antar entitas dalam BRI Group diharapkan mampu memperluas basis nasabah, meningkatkan cross-selling produk, serta memperdalam penetrasi ke segmen mikro, ritel, hingga korporasi.
Dengan kontribusi laba anak usaha yang terus meningkat, BRI menargetkan struktur pendapatan yang lebih seimbang antara bunga dan non-bunga (fee based income) pada tahun-tahun mendatang.









