Tarif Trump Dibatalkan Mahkamah Agung AS, Ini Sikap Pemerintah Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Pemerintah Indonesia angkat bicara terkait putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal era Donald Trump. Pemerintah menyatakan masih akan mencermati perkembangan dan dampaknya terhadap kesepakatan dagang Indonesia-AS.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan perjanjian agreement on reciprocal trade (ART) yang sebelumnya disepakati kedua negara belum serta-merta berlaku. Kesepakatan itu masih membutuhkan proses ratifikasi di masing-masing negara.

Baca Juga :  Harta Kekayaan Presiden Prabowo Subianto Tembus Rp2,066 Triliun, KPK Ungkap Rincian Aset Terbaru

“Perjanjian ini masih memerlukan ratifikasi di pihak Indonesia. Amerika Serikat juga harus melalui tahapan serupa, apalagi dengan adanya perkembangan terbaru,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan perdagangan timbal balik di Washington DC. Dalam kesepakatan tersebut, tarif resiprokal ditetapkan sebesar 19%.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Perintahkan Seluruh Kekuatan Nasional Tangani Banjir di Aceh–Sumut–Sumbar

Haryo menegaskan Indonesia akan terus mengamati dinamika kebijakan perdagangan AS pasca putusan pengadilan. Pemerintah juga membuka ruang pembicaraan lanjutan dengan pihak AS.

“Indonesia tetap mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap keputusan,” tegasnya (***)

Berita Terkait

Ribuan ATM Bitcoin Tutup dan Bangkrut
Rusia Jual Emas Besar-Besaran
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang
Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle
Daftar Film Terbaru Hollywood 2026 yang Diprediksi Pecah Box Office
Rp150 Triliun Uang RI Mengalir ke Malaysia dan Singapura Untuk Berobat, Ini Penyebabnya Menurut Menkes
Siapa Kevin Warsh? Ketua The Fed Baru yang Pernah Tangani Krisis 2008
Trump Urges New Fed Chair Kevin Warsh to Stay Independent Amid Rate Cut Pressure
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ribuan ATM Bitcoin Tutup dan Bangkrut

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:00 WIB

Rusia Jual Emas Besar-Besaran

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:00 WIB

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:15 WIB

Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:00 WIB

Daftar Film Terbaru Hollywood 2026 yang Diprediksi Pecah Box Office

Berita Terbaru

Bisnis

Indosat Ungkap Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB