MSIG Life Bayar Klaim Rp1,07 Triliun Sepanjang 2025, RBC Tembus 1.381%

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk mencatatkan pembayaran klaim kesehatan dan santunan meninggal dunia sebesar Rp1,07 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut dibayarkan kepada nasabah yang menghadapi risiko kesehatan maupun kepada keluarga tertanggung yang meninggal dunia di tengah lonjakan biaya medis yang signifikan.

Director and Chief Transformation Officer MSIG Life, Ken Terada, mengatakan pembayaran klaim tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan nyata kepada nasabah. Menurutnya, di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan, peran asuransi menjadi semakin penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga.

Berdasarkan laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits, tren inflasi medis di Indonesia mencapai 17,9% pada 2025 dan diproyeksikan berada di level 17,8% pada 2026. Angka tersebut jauh melampaui proyeksi inflasi nasional yang berada di kisaran 1,5%–3,5% sesuai target Bank Indonesia untuk periode 2025–2026.

Baca Juga :  Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 untuk Keluarga, Premi Murah dengan Manfaat Besar

Lonjakan biaya medis ini dinilai memberikan tekanan besar terhadap pengeluaran rumah tangga. Dengan kondisi tersebut, asuransi kesehatan dan jiwa menjadi salah satu instrumen penting dalam perencanaan keuangan keluarga agar tidak terguncang saat risiko terjadi.

Dari sisi fundamental, MSIG Life mencatat tingkat Risk-Based Capital (RBC) sebesar 1.381% per akhir 2025. Angka tersebut jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan batas minimal 120%.

RBC yang tinggi menunjukkan kondisi permodalan perusahaan dalam keadaan sangat sehat dan memiliki kemampuan kuat untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka panjang kepada pemegang polis. Hal ini juga mencerminkan pengelolaan risiko dan tata kelola perusahaan yang disiplin.

Baca Juga :  OJK Sebut Bunga Kredit Turun ke 8%, Likuiditas Perbankan Menguat

Sebagai bagian dari grup asuransi Jepang MS&AD Insurance Group, MSIG Life mengadopsi standar manajemen risiko global. Strategi tersebut bertujuan menjaga kesinambungan bisnis sekaligus memastikan perlindungan tetap optimal bagi nasabah.

Ke depan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan di tengah dinamika ekonomi dan tren inflasi medis yang masih tinggi. Dengan fundamental yang solid, MSIG Life optimistis dapat terus menjaga ketahanan finansial keluarga Indonesia. (***)

Berita Terkait

Allianz Life Syariah Raup Laba Rp132 Miliar di 2025, Industri Asuransi Syariah Makin Prospektif
Polis Asuransi Bakal Dijamin LPS Mulai 2028, Nasabah Wajib Tahu Syarat dan Perusahaan yang Bisa Ikut
Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 untuk Keluarga, Premi Murah dengan Manfaat Besar
Premi Murah, 6 Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik Mulai Rp28.500/Bulan
Asuransi Murah untuk Mudik Lebaran 2026, BRI Tawarkan Premi Rp50 Ribu
Aturan Baru Asuransi Kesehatan 2026, Siap-siap Biaya Ditanggung Bersama
5 Asuransi Jiwa Terbaik untuk Perlindungan Keluarga di Indonesia 2026
Cari Asuransi Aman? Ini 12 Rekomendasi Perusahaan Asuransi Terbaik 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 03:00 WIB

Allianz Life Syariah Raup Laba Rp132 Miliar di 2025, Industri Asuransi Syariah Makin Prospektif

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:01 WIB

Polis Asuransi Bakal Dijamin LPS Mulai 2028, Nasabah Wajib Tahu Syarat dan Perusahaan yang Bisa Ikut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:08 WIB

Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 untuk Keluarga, Premi Murah dengan Manfaat Besar

Senin, 30 Maret 2026 - 07:00 WIB

Premi Murah, 6 Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik Mulai Rp28.500/Bulan

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00 WIB

Asuransi Murah untuk Mudik Lebaran 2026, BRI Tawarkan Premi Rp50 Ribu

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Emas Berpotensi Naik? China Borong 86 Ton Emas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:00 WIB