KESEHATAN–Jogging memang terlihat sederhana, tapi kalau frekuensinya salah, justru bisa bikin tubuh cepat drop atau cedera. Kuncinya bukan seberapa sering kamu lari, tapi bagaimana memberi tubuh waktu adaptasi.
Banyak orang semangat di awal, lalu memaksa jogging setiap hari. Padahal, untuk pemula maupun yang sudah rutin, pola 3–4 kali seminggu sudah sangat cukup untuk menjaga kebugaran jantung, meningkatkan stamina, dan membakar kalori—tanpa membuat otot kelelahan.
Kenapa Tidak Disarankan Setiap Hari?
Jogging harian berisiko menimbulkan overuse injury, yaitu cedera karena otot, sendi, dan ligamen dipakai terus tanpa jeda pemulihan. Tanda-tandanya bisa berupa nyeri yang tak hilang, pegal berkepanjangan, hingga motivasi yang menurun.
Kalau tetap ingin aktif setiap hari, selingi dengan olahraga rendah dampak seperti bersepeda, berenang, atau latihan kekuatan.
Durasi Aman Tiap Sesi
Untuk pemula, cukup mulai dari 20–30 menit per sesi. Kombinasikan jalan cepat dan jogging ringan. Fokusnya membangun daya tahan, bukan kecepatan.
Jika sudah terbiasa, targetkan total aktivitas fisik 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, sesuai anjuran lembaga kesehatan internasional.
Jangan Lupakan Ini Sebelum dan Sesudah Jogging
Beberapa kebiasaan kecil ini sangat menentukan:
- Gunakan sepatu lari yang sesuai
- Lakukan pemanasan sebelum mulai
- Peregangan setelah selesai
- Naikkan durasi dan jarak secara bertahap
- Perhatikan teknik lari agar beban tidak menumpuk di lututR
Rest Day Itu Wajib
Minimal sisakan 1 hari tanpa jogging tiap minggu. Hari istirahat membantu pemulihan otot, menjaga energi, dan mencegah kelelahan mental.
Kalau tubuh terasa terus-menerus lelah, itu bukan tanda kurang olahraga—tapi tanda kurang istirahat.








