Tidak Ada Rekrutmen ASN Kemenag 2026, Masyarakat Diminta Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMERINTAHAN-Kementerian Agama (Kemenag) menepis kabar yang menghebohkan jagat media sosial terkait pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2026.

Pernyataan tegas itu disampaikan untuk mengakhiri simpang siur informasi yang beredar melalui konten, video pendek, hingga pesan berantai yang mengatasnamakan Kemenag.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai unggahan di TikTok dan platform digital lain memuat narasi bahwa Kemenag telah membuka pendaftaran ASN. Bahkan, beberapa akun menyertakan tautan pendaftaran yang diarahkan ke situs tidak resmi, lengkap dengan janji manis proses seleksi yang disebut lebih mudah.

Kemenag memastikan bahwa semua informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Mantan Menhan Era Gus Dur dan SBY, Juwono Sudarsono Meninggal Dunia

“Sampai saat ini Kementerian Agama tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK,” tegas Kepala Biro SDM Kemenag, Wawan Djunaedi, saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

“Informasi yang beredar di media sosial terkait pendaftaran CPNS dan PPPK atas nama Kemenag adalah hoaks.”

Wawan menuturkan bahwa setiap proses pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag memiliki mekanisme baku dan tidak pernah diumumkan melalui pesan pribadi ataupun tautan mencurigakan. Ia menegaskan bahwa masyarakat hanya perlu merujuk pada kanal resmi pemerintah.

“Kalau ada rekrutmen, pasti diumumkan secara terbuka melalui website Kemenag, akun resmi, dan kanal pemerintah lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Februari 2026, Penempatan di Seluruh Indonesia

Maraknya penyebaran hoaks rekrutmen ini membuat Kemenag kembali mengingatkan publik agar berhati-hati, terutama terhadap pihak yang meminta data pribadi, memungut biaya pendaftaran, atau menjanjikan kelulusan.

“Kami mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi. Jangan mudah percaya pada konten yang tidak memiliki sumber jelas,” lanjut Wawan.

Kemenag juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan konten mencurigakan agar dapat ditindaklanjuti dan dicegah penyebarannya.

“Jika menemukan konten yang mengatasnamakan Kemenag tanpa dasar resmi, silakan laporkan melalui akun resmi kami,” ujarnya.

Dengan klarifikasi ini, Kemenag berharap masyarakat tidak lagi terkecoh oleh praktik penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ASN.

Berita Terkait

Kontroversi Film Pesta Babi Berlanjut, Tokoh Adat Papua Tempuh Jalur Hukum
Kabar Baik PPPK 2026: Kemendagri Bahas Pengangkatan Full Time dan Gaji APBN
CFD Rasuna Said Resmi Digelar Setiap Minggu Mulai 7 Juni 2026, Simak Jadwal dan Aturannya
Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur
Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya
Purbaya Mengaku Belum Tahu Detail Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp 100 Miliar
Pemerintah Godok KPR Subsidi 40 Tahun, Cicilan Rumah Makin Ringan
Rupiah Melemah ke Rp17.830, Pemerintah Pastikan APBN Masih Terkendali
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:05 WIB

Kontroversi Film Pesta Babi Berlanjut, Tokoh Adat Papua Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:00 WIB

Kabar Baik PPPK 2026: Kemendagri Bahas Pengangkatan Full Time dan Gaji APBN

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:39 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Digelar Setiap Minggu Mulai 7 Juni 2026, Simak Jadwal dan Aturannya

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:00 WIB

Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:06 WIB

Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya

Berita Terbaru

Bisnis

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 Pekan Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:00 WIB