Kecelakaan ATR 42-500: Black Box Ditemukan di Ekor Pesawat, Begini Kondisinya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA —Upaya pencarian korban dan perangkat keselamatan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya membuahkan hasil. Tim khusus (timsus) berhasil menemukan black box pesawat tersebut dalam keadaan utuh.

Penemuan dilakukan pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, di bagian ekor pesawat yang berada di kedalaman tebing sekitar 131 meter dari puncak gunung.

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengonfirmasi kabar penemuan tersebut saat memberikan keterangan di Posko Operasi SAR Gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.

“Kita berhasil menemukan black box. Alhamdulillah sudah bisa kita lepas dari dudukannya, dan sekarang dalam proses dibawa turun menuju posko,” ujar Dody.

Baca Juga :  Rekrutmen Mitra BPS 2026: 50 Contoh Soal Tes Kompetensi Beserta Kunci Jawaban

Proses Evakuasi Black Box

Menurut laporan tim lapangan, black box—yang berfungsi merekam percakapan kokpit dan data penerbangan—ditemukan setelah regu khusus berhasil mencapai posisi ekor pesawat yang tersangkut pada kemiringan ekstrem.

Pencarian dilakukan secara manual dengan memanfaatkan teknik panjat tebing karena medan yang sangat sulit, licin, dan hanya bisa diakses oleh personel berpengalaman.

Kolonel Inf Abi Kusnianto, yang juga bertugas di posko utama, menambahkan bahwa sejak awal dugaan kuat mengarah bahwa black box masih menempel pada bagian ekor pesawat.

Baca Juga :  BBM Naik Tajam Hari Ini! Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Ini Daftar Harga Terbaru 18 April 2026

“Ada timsus kita yang mencari ekor pesawat dan black box, dan alhamdulillah hari ini berhasil ditemukan,” jelasnya.

Langkah Berikutnya

Setelah tiba di posko utama, black box akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan:

Ekstraksi data penerbangan

Analisis rekaman kokpit

Penentuan penyebab kecelakaan

Investigasi lanjutan sesuai standar ICAO

Data dari perangkat ini dianggap sebagai komponen kunci untuk mengungkap kronologi pasti sebelum pesawat mengalami musibah.

Otoritas terkait memastikan bahwa investigasi akan dilakukan secara transparan dan profesional, serta hasilnya akan diumumkan kepada publik setelah proses analisis selesai.

Berita Terkait

Hasil Seleksi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Diumumkan, Ini Link Cek Kelulusan dan Jadwal Tahap Berikutnya
Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG
Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang
Kemendagri dan KPK Bentuk Tim Gabungan Cegah Korupsi di Pemda, Ini Tugas dan Sasarannya
Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Resmi Dilantik, Ini Profil Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru
Kabar Gembira untuk ASN! BKN Uji Coba Program Kerja Dekat Rumah, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Hasil Seleksi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Diumumkan, Ini Link Cek Kelulusan dan Jadwal Tahap Berikutnya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:00 WIB

MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:05 WIB

Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37 WIB

Kemendagri dan KPK Bentuk Tim Gabungan Cegah Korupsi di Pemda, Ini Tugas dan Sasarannya

Berita Terbaru