BI Ungkap Kondisi Dompet Warga RI: Cicilan Naik, Tabungan Turun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Kondisi keuangan masyarakat Indonesia mulai menunjukkan tekanan. Data terbaru Bank Indonesia (BI) mengungkapkan porsi pendapatan warga yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang mengalami kenaikan pada Mei 2026.

Di sisi lain, kemampuan masyarakat untuk menabung justru mengalami penurunan. Situasi ini menandakan ruang keuangan rumah tangga semakin sempit di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Porsi Cicilan Naik Jadi 10,2 Persen

Berdasarkan rilis terbaru BI, porsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi pada Mei 2026 tercatat sebesar 72,3 persen, relatif stabil dibanding April 2026 sebesar 72,1 persen.

Namun, beban cicilan mengalami kenaikan cukup signifikan. Porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan naik menjadi 10,2 persen dari sebelumnya 9,7 persen.

Sementara itu, porsi pendapatan yang berhasil disimpan sebagai tabungan turun menjadi 17,5 persen dari sebelumnya 18,2 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat masih berusaha menjaga konsumsi sehari-hari, tetapi harus mengorbankan tabungan karena tekanan beban utang yang meningkat.

Kelompok Pengeluaran Rendah Paling Tertekan

Tekanan paling terasa terjadi pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Baca Juga :  Rusia Jual Emas Besar-Besaran

Pada kelompok ini, porsi konsumsi melonjak menjadi 76,7 persen pada Mei 2026, naik dari 74,6 persen pada April 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini.

Di saat yang sama, porsi tabungan turun menjadi 16,4 persen dari sebelumnya 17,2 persen.

Menariknya, beban cicilan kelompok ini justru turun menjadi 6,9 persen dari 8,2 persen. Hal ini menunjukkan tekanan keuangan lebih banyak dipicu kenaikan kebutuhan konsumsi dibanding cicilan.

Kelompok Menengah Mulai Kehilangan Ruang Menabung

Pada kelompok pengeluaran Rp3,1 juta hingga Rp4 juta per bulan, tekanan juga mulai terlihat.

Porsi konsumsi naik menjadi 72,2 persen dari sebelumnya 70 persen. Kenaikan konsumsi tersebut membuat kemampuan menabung turun menjadi 16,9 persen dari sebelumnya 18,3 persen.

Meski demikian, porsi cicilan kelompok ini sedikit menurun menjadi 10,9 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 11,7 persen.

Data tersebut menunjukkan kenaikan kebutuhan hidup mulai menggerus ruang keuangan masyarakat kelas menengah bawah.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Ini Penyebab dan Prediksi Terbarunya

Kelompok Atas Terbebani Cicilan

Sementara itu, kelompok masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan mengalami tekanan terbesar dari sisi cicilan.

Porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar utang melonjak menjadi 12,8 persen dari sebelumnya 10,9 persen.

Akibatnya, porsi tabungan turun cukup tajam menjadi 17,5 persen dari sebelumnya 19,2 persen.

Menariknya, konsumsi kelompok ini justru sedikit turun menjadi 69,7 persen dari 69,9 persen. Artinya, tekanan keuangan pada kelompok atas lebih banyak berasal dari kenaikan beban cicilan dibanding konsumsi.

Tabungan Jadi Bantalan Penting

Secara keseluruhan, data Bank Indonesia menunjukkan perubahan pola keuangan rumah tangga di berbagai kelompok pengeluaran.

Sebagian masyarakat masih mampu menjaga tabungan, namun banyak juga yang mulai kehilangan ruang menabung akibat meningkatnya konsumsi maupun cicilan utang.

Padahal, tabungan menjadi bantalan penting untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu, kenaikan harga barang, hingga kebutuhan mendadak.

Jika tren penurunan tabungan terus berlanjut, kemampuan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi di masa depan dikhawatirkan semakin melemah.

Berita Terkait

Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel
Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk
Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK
Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB
Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham
Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu
Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas PPh, Ini Penjelasannya
5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WIB

Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB

Kamis, 10 September 2026 - 06:10 WIB

Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham

Berita Terbaru

Otomotif

Honda Astrea Versi Baru? Ini Honda Dream NCX125 Emerald 2027

Minggu, 13 Sep 2026 - 00:05 WIB

Otomotif

MG 07 Bikin Heboh, 10 Ribu Unit Dipesan Kurang dari 2 Menit

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:00 WIB