IHSG Hari Ini 18 September 2026 Turun ke 6.441,16, The Fed dan Rupiah Jadi Sorotan Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — IHSG hari ini, Jumat 18 September 2026, ditutup melemah 0,33 persen ke level 6.441,16.

Indeks Harga Saham Gabungan turun 21,27 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.462,43.

IHSG sempat bergerak positif pada awal perdagangan. Indeks dibuka di level 6.512,57 dan mencapai posisi tertinggi 6.521,02.

Namun, tekanan jual kemudian membawa indeks turun. IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah 6.419,49.

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 212 saham menguat. Sebaliknya, 464 saham melemah dan 287 saham tidak berubah.

Nilai transaksi saham mencapai Rp19,06 triliun. Sementara volume perdagangan tercatat 30,38 miliar saham dengan frekuensi sekitar 1,90 juta transaksi.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di kisaran Rp11.266 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan tetap besar meski IHSG berakhir di zona merah.

The Fed Naikkan Suku Bunga

Salah satu perhatian utama investor datang dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen.

Kebijakan tersebut meningkatkan perhatian terhadap arah aliran modal global. Suku bunga AS yang lebih tinggi dapat memengaruhi daya tarik aset berbasis dolar dan pasar negara berkembang.

Baca Juga :  Harga BBM Jambi, Sumbar, Sumut 12 Oktober 2026: Cek Pertamax, Pertalite dan Dexlite

Proyeksi terbaru juga menunjukkan 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan masih ada sedikitnya satu kenaikan suku bunga pada 2026.

Karena itu, investor kini tidak hanya memperhatikan keputusan suku bunga. Pasar juga akan mencermati pernyataan pejabat The Fed dan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya.

Rupiah Kembali Tertekan

Tekanan terhadap pasar saham juga berlangsung bersamaan dengan pelemahan rupiah.

Rupiah di pasar spot ditutup pada Rp17.758 per dolar AS pada Jumat, melemah sekitar 0,03 persen. Penurunan tersebut menjadi pelemahan selama tujuh hari perdagangan berturut-turut.

Bank Indonesia juga mencatat kurs transaksi USD pada 18 September berada pada kisaran Rp17.841,76 untuk kurs jual dan Rp17.664,24 untuk kurs beli.

Pergerakan rupiah menjadi perhatian investor karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi perusahaan yang memiliki eksposur terhadap dolar AS.

Apa Dampaknya bagi Investor?

Kombinasi suku bunga AS, rupiah, harga minyak dan arus modal menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam perdagangan saham berikutnya.

Pasar global juga menghadapi tekanan dari kebijakan moneter sejumlah bank sentral. Reuters melaporkan pasar saham dan obligasi global mengalami tekanan pada akhir pekan perdagangan setelah sejumlah bank sentral memperketat kebijakan untuk merespons inflasi.

Baca Juga :  IHSG hari ini 30 Maret 2026 Melemah Lagi? Analis Rekomendasikan Saham AKRA, DSNG, hingga CYBR

Harga minyak juga menjadi perhatian karena harga yang tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga.

Di dalam negeri, investor juga akan mencermati kebijakan fiskal pemerintah serta agenda Bank Indonesia pada pekan berikutnya.

Karena itu, investor perlu melihat pergerakan IHSG bersama fundamental perusahaan, kondisi sektor, nilai tukar, suku bunga dan risiko pasar.

Pelemahan IHSG pada satu hari perdagangan juga tidak berarti seluruh saham mengalami penurunan. Data Jumat menunjukkan masih ada 212 saham yang ditutup menguat.

Dengan kondisi pasar yang sensitif terhadap suku bunga, investor perlu memperhatikan perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.

Data IHSG 18 September 2026:

Indikator Nilai
IHSG 6.441,16
Perubahan -0,33%
Perubahan poin -21,27
Pembukaan 6.512,57
Tertinggi 6.521,02
Terendah 6.419,49
Saham menguat 212
Saham melemah 464
Saham stagnan 287
Nilai transaksi Rp19,06 triliun
Volume 30,38 miliar saham
Frekuensi 1,90 juta transaksi
Kapitalisasi pasar Rp11.266 triliun

(*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Hari Ini, 1 November 2026 Ikut Naik? Cek Harga BBM di Jambi, Sumbar, Riau dan Bengkulu
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Senin, 2 November 2026 - 14:35 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?

Berita Terbaru

Teknologi

Apple Siapkan 3 iPad Terbaru 2027

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:00 WIB