PALEMBANG — Antrean kendaraan untuk mendapatkan Biosolar terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, 17 September 2026.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyatakan telah melakukan penyesuaian distribusi untuk menjaga ketersediaan Biosolar di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan pengiriman diprioritaskan menuju SPBU yang memiliki persediaan kritis.
Menurut dia, kepadatan antrean membuat konsumsi Biosolar meningkat lebih cepat pada sejumlah lokasi. Kondisi tersebut terutama terjadi di SPBU yang beroperasi selama 24 jam.
Pertamina juga melakukan pemantauan persediaan secara real time. Penambahan alokasi pengiriman dilakukan berdasarkan kondisi stok masing-masing SPBU.
Dalam kondisi tertentu, ketersediaan Biosolar dapat mengalami jeda sekitar dua hingga lima jam. Jeda tersebut terjadi saat SPBU menunggu pasokan berikutnya.
Pertamina menegaskan kondisi antrean tersebut bersifat sementara. Perusahaan juga menyatakan penyaluran Biosolar di Palembang tetap berlangsung dan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Masyarakat yang menemukan kendala terkait pelayanan atau distribusi BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Informasi mengenai kondisi stok juga dapat dipantau melalui kanal resmi Pertamina.
FAQ
Apakah Biosolar di Palembang dihentikan?
Tidak. Pertamina menyatakan penyaluran Biosolar tetap berjalan.
Mengapa antrean Biosolar di Palembang menjadi panjang?
Pertamina menyebut tingginya konsumsi membuat persediaan di sejumlah SPBU lebih cepat habis.
Berapa lama jeda ketersediaan Biosolar?
Dalam kondisi tertentu, jeda pasokan dapat berlangsung sekitar dua hingga lima jam.
SPBU mana yang diprioritaskan Pertamina?
Pertamina memprioritaskan SPBU yang mengalami kondisi stok kritis.
Ke mana masyarakat melapor jika mengalami kendala BBM?
Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (*)
Editor : Fanda Yosephta









