The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4%, Inflasi Masih Jadi Perhatian

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 01:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Federal Reserve atau The Fed menaikkan target suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%. Keputusan tersebut diumumkan melalui pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16 September 2026.

Keputusan kenaikan suku bunga tersebut disetujui secara bulat dengan suara 12-0. Kebijakan ini berlaku efektif mulai 17 September 2026 dan menjadi perubahan penting dalam arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, FOMC menyebut aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih berkembang dengan laju yang solid. Belanja domestik tetap tangguh, pertumbuhan produktivitas kuat, dan investasi modal masih menunjukkan ketahanan.

Baca Juga :  Cara Cek BI Checking/SLIK OJK 2026 Secara Online: Syarat dan Langkah Lengkap

Kondisi pasar tenaga kerja juga menjadi perhatian The Fed. Komite menyatakan pertumbuhan lapangan kerja masih sejalan dengan perkembangan angkatan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran disebut mengalami perubahan yang relatif kecil.

Namun, The Fed menilai inflasi masih berada pada level tinggi. Karena itu, kebijakan terbaru diarahkan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju sasaran jangka panjang sebesar 2 persen.

Selain menaikkan federal funds rate, Dewan Gubernur Federal Reserve juga menaikkan bunga yang dibayarkan atas saldo cadangan perbankan menjadi 3,90 persen. Primary credit rate turut dinaikkan 25 basis poin menjadi 4 persen.

Baca Juga :  Best Life Insurance in 2026: How to Choose the Right Policy

Dalam implementasi kebijakan, Federal Reserve Bank of New York diarahkan menjalankan operasi pasar terbuka untuk mempertahankan federal funds rate dalam kisaran 3,75%-4%. The Fed juga menetapkan operasi repo overnight pada tingkat 4 persen.

Proyeksi ekonomi terbaru The Fed menunjukkan median proyeksi inflasi PCE 2026 berada di 3,7 persen, sebelum turun menjadi 2,3 persen pada 2027 dan 2,1 persen pada 2028. Median proyeksi federal funds rate berada di 4,1 persen pada akhir 2026. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Hari Ini, 1 November 2026 Ikut Naik? Cek Harga BBM di Jambi, Sumbar, Riau dan Bengkulu
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Senin, 2 November 2026 - 14:35 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?

Berita Terbaru

Teknologi

Apple Siapkan 3 iPad Terbaru 2027

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:00 WIB