SUNGAIPENUH – Minimnya sosialisasi program beasiswa JUARA 2025 dari Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai mendapat sorotan dari mahasiswa. Wulan, mahasiswi STIE Sakti Alam Kerinci yang berasal dari keluarga kurang mampu, mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya beasiswa tersebut.
Wulan, yang tinggal di Jalan Lima Lurah, Kelurahan Sungai Penuh, menuturkan bahwa informasi tentang beasiswa tidak pernah sampai ke kampusnya. Ia juga belum pernah mendengar mahasiswa lain membahas program bantuan pendidikan dari pemerintah kota itu.
“Tidak tahu saya ada beasiswa dari wali kota. Di kampus pun tak ada informasi atau pemberitahuan,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh memastikan bahwa proses penyaluran beasiswa JUARA 2025 sedang berlangsung. Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kota Sungai Penuh menyampaikan bahwa beasiswa untuk SD, SMP, SMA, hingga Tahfiz sudah selesai proses verifikasinya.
Kendala justru muncul pada kategori mahasiswa kurang mampu. Data penerima harus dicocokkan dengan data Dinas Sosial, terutama terkait status kemiskinan (Desil 1 sampai 5). Tahapan ini memerlukan kehati-hatian agar tidak ada penerima ganda, mengingat sebagian mahasiswa juga menerima beasiswa KIP atau Dumisake.
“Insya Allah paling lambat 15 Desember 2025 sudah bisa diluncurkan. SK Wali Kota juga sudah dalam proses finalisasi,” ujar Dr. Roli Darsa, M.Pd., MT.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan bahwa beasiswa JUARA merupakan bagian dari visi-misi Wali Kota Alfin Bakar dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Sungai Penuh. Program ini ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dan mahasiswa kurang mampu yang berdomisili di Kota Sungai Penuh.
Di tengah proses ini, mahasiswa berharap agar sosialisasi dilakukan lebih maksimal, baik ke kampus maupun ke masyarakat, agar bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran dan tidak ada pelajar yang tertinggal hanya karena kurang informasi. (***)
Editor : Fanda Yosephta









