Rupiah Dekati Rekor Terlemah, USD/IDR Tembus Rp17.749 di Tengah Tekanan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan 25 Mei 2026. Kurs USD/IDR tercatat naik menjadi Rp17.749 per dolar AS atau menguat 0,29% dibanding sesi sebelumnya. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah dalam beberapa pekan terakhir setelah mata uang Garuda terkoreksi 3,08% dalam satu bulan dan turun 9,18% dalam 12 bulan terakhir.

Data pasar menunjukkan posisi USD/IDR kini mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di level Rp17.829 yang tercapai pada Mei 2026. Tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari penguatan indeks dolar AS, ketidakpastian geopolitik Timur Tengah, hingga meningkatnya kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan Indonesia.

Berdasarkan data pasar terbaru, indeks dolar AS atau DXY berada di level 99,096. Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lain juga mengalami tekanan terhadap dolar AS. Rupee India, peso Filipina, hingga won Korea Selatan tercatat melemah seiring meningkatnya permintaan aset safe haven global.

Baca Juga :  Kurs Rupiah Hari ini 15 April 2026 Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Pelaku pasar kini menanti sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk inflasi Indonesia Mei 2026 dan neraca perdagangan April 2026. Kekhawatiran muncul setelah defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi yang terbesar dalam lebih dari enam tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai mempersempit ruang stabilisasi rupiah di tengah tekanan eksternal.

Di sisi lain, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25%. Sementara Amerika Serikat memiliki suku bunga 3,75% dengan inflasi tahunan mencapai 3,80%. Perbedaan arah kebijakan moneter global menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Harga BBM Subsidi April 2026 Dipastikan Tidak Naik, Dirjen Migas Buka Suara Soal Isu Kenaikan

Tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya tensi geopolitik global. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi impor dan memperbesar kebutuhan devisa untuk pembayaran energi. Analis pasar menilai pelemahan rupiah saat ini menjadi salah satu yang terburuk di Asia sepanjang 2026.

Pemerintah dan otoritas keuangan sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah stabilisasi, termasuk aturan baru yang mewajibkan devisa hasil ekspor tetap berada dalam sistem keuangan domestik. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan dolar AS di dalam negeri dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi volatilitas tinggi dalam beberapa pekan mendatang. Jika tekanan eksternal terus berlanjut dan data ekonomi domestik tidak membaik, rupiah berisiko kembali menembus rekor terlemah baru terhadap dolar AS. Tim

Berita Terkait

Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle
Harga Smartphone Diprediksi Melonjak hingga 2028, Ini Penyebabnya
Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS, Ancaman Harga BBM hingga Cicilan Makin Berat
Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir
Purbaya Sebut 10 Perusahaan Sawit Diduga Main Harga Ekspor, Ini Modusnya
Kurs Dolar AS Makin Mahal, Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Sentimen The Fed
Restrukturisasi Besar, Telkom Akan Tutup 10 Anak Perusahaan
Pemerintah Siapkan Marketplace UMKM Nasional, Shopee dan TikTok Shop Terancam?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:07 WIB

Rupiah Dekati Rekor Terlemah, USD/IDR Tembus Rp17.749 di Tengah Tekanan Global

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:15 WIB

Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:00 WIB

Harga Smartphone Diprediksi Melonjak hingga 2028, Ini Penyebabnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:17 WIB

Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS, Ancaman Harga BBM hingga Cicilan Makin Berat

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:02 WIB

Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir

Berita Terbaru