Waspada Hantavirus! Penyakit dari Tikus yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN – Penyakit akibat infeksi hantavirus kembali menjadi perhatian global setelah muncul sejumlah laporan kasus dengan gejala berat hingga berujung kematian. Virus ini diketahui ditularkan melalui paparan hewan pengerat, seperti tikus, dan dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun ginjal.

Salah satu bentuk penyakit yang paling berbahaya adalah Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal dan berpotensi menimbulkan komplikasi fatal.

Gejala dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

HFRS umumnya diawali dengan gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, pada tahap lanjutan, kondisi dapat memburuk dengan munculnya tekanan darah rendah, perdarahan internal, hingga gagal ginjal akut.

Selain HFRS, jenis lain yang juga berbahaya adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang lebih banyak ditemukan di kawasan Amerika dan menyerang sistem pernapasan.

Kedua kondisi ini memerlukan penanganan medis serius karena dapat berkembang dengan cepat dan mengancam nyawa.

Ribuan Kasus Terjadi Setiap Tahun

Menurut laporan National Institutes of Health, terdapat sekitar 150.000 kasus HFRS yang dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia, dengan mayoritas terjadi di wilayah Eropa dan Asia.

Baca Juga :  Alter Ego Unggul 2-0 atas ONIC di Knockout M7

Lebih dari setengah kasus tersebut dilaporkan berasal dari China. Sementara itu, di Amerika Serikat, data dari Centers for Disease Control and Prevention mencatat sebanyak 890 kasus hantavirus sejak pemantauan dimulai pada 1993 hingga 2023.

Salah satu varian virus yang cukup luas penyebarannya adalah virus Seoul, yang dibawa oleh tikus Norwegia atau tikus cokelat, dan ditemukan di berbagai belahan dunia.

Tidak Ada Obat Khusus, Penanganan Fokus pada Gejala

Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan spesifik untuk infeksi hantavirus. Penanganan medis umumnya berfokus pada meredakan gejala dan menjaga kondisi pasien.

Terapi yang diberikan dapat mencakup pemberian oksigen, ventilasi mekanis, obat antivirus, hingga prosedur dialisis bagi pasien dengan gangguan ginjal. Dalam kasus berat, pasien perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan mungkin memerlukan tindakan intubasi.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari infeksi hantavirus. CDC menyarankan masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat serta menjaga kebersihan lingkungan.

Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain menutup celah atau lubang di rumah yang memungkinkan tikus masuk, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang terkontaminasi kotoran hewan pengerat.

Kasus Terkini Jadi Pengingat

Kasus terbaru yang menyita perhatian terjadi pada Februari 2025, ketika Betsy Arakawa dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan hantavirus.

Arakawa diduga terinfeksi HPS, salah satu bentuk hantavirus yang paling umum di Amerika Serikat. Penyelidikan menemukan adanya sarang dan bangkai hewan pengerat di rumahnya, yang diduga menjadi sumber paparan virus.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa hantavirus bukan hanya ancaman di daerah tertentu, tetapi dapat terjadi di mana saja, terutama jika lingkungan tidak terjaga dengan baik.

Berita Terkait

Zuckerberg Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Seukuran Gantungan Kunci
Personal Loan Requirements Canada 2026: What Lenders Look For
Best Savings Accounts Australia 2026: High-Interest Options to Consider
Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya
Best Savings Accounts USA September 2026: Compare APY, Fees and Features
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne Wafat dan Tak Miliki Anak, Tinggalkan Harta Rp867 Triliun
Influenza A Terdeteksi Lebih Awal, Kasus Pertama Musim Flu 2026-2027 Dikonfirmasi
Kekayaan Fantastis 10 Miliarder Termuda Forbes 400 2026, Ada yang Baru Berusia 30 Tahun
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 04:00 WIB

Zuckerberg Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Seukuran Gantungan Kunci

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WIB

Personal Loan Requirements Canada 2026: What Lenders Look For

Rabu, 23 September 2026 - 07:02 WIB

Best Savings Accounts Australia 2026: High-Interest Options to Consider

Rabu, 23 September 2026 - 05:00 WIB

Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya

Rabu, 23 September 2026 - 00:30 WIB

Best Savings Accounts USA September 2026: Compare APY, Fees and Features

Berita Terbaru

Bisnis

Cara Aktivasi DANA Cicil 2026, Ini Langkah Resminya

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:01 WIB