Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 5,6 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Dalam siaran pers pada Kamis, 15 Oktober 2026, BI menjelaskan kenaikan ULN terutama berasal dari sektor publik. Peningkatan tersebut mencakup utang pemerintah dan bank sentral, sementara utang luar negeri swasta mengalami penurunan.

Posisi ULN pemerintah tercatat sebesar US$220,9 miliar pada Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 3,3 persen secara tahunan, terutama dipengaruhi aliran masuk investasi pada Surat Berharga Negara (SBN).

Menurut BI, perkembangan tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen memenuhi pembayaran pokok dan bunga utang tepat waktu serta menjaga pengelolaan utang secara hati-hati.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi

Pemerintah menggunakan ULN untuk membiayai sejumlah sektor produktif. Alokasinya mencakup jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22 persen, administrasi pemerintahan sebesar 20,7 persen, serta jasa pendidikan sebesar 16,2 persen.

Selain itu, sektor konstruksi memperoleh porsi 11,4 persen, sedangkan transportasi dan pergudangan mencapai 8,5 persen dari total ULN pemerintah. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal.

Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar US$195,6 miliar atau turun 0,8 persen secara tahunan. Penurunan ini berasal dari kelompok perusahaan nonkeuangan yang menyusut 0,8 persen dan lembaga keuangan yang turun 0,6 persen. Industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan mendominasi ULN swasta dengan pangsa gabungan 80,5 persen.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$439,8 Miliar, BI Ungkap Penyebab dan Kondisi Terkininya

BI menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat. Rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat 30,9 persen pada Agustus 2026, dengan komposisi yang didominasi utang jangka panjang. BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk menjaga pengelolaan utang serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (*)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%
Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam
IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS
Harga Emas 1 Gram di Pegadaian Hari Ini, Galeri 24 Lebih Murah dari Antam
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 15 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,56 Juta, Cek Daftar Lengkap
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 15 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,613 Juta
BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 9 Menit
Orang Kaya RI Beralih ke Asuransi Dolar AS, Premi Prudential Melonjak 214%
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:20 WIB

IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Harga Emas 1 Gram di Pegadaian Hari Ini, Galeri 24 Lebih Murah dari Antam

Berita Terbaru