Orang Kaya RI Beralih ke Asuransi Dolar AS, Premi Prudential Melonjak 214%

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Minat masyarakat kaya di Indonesia terhadap asuransi berbasis dolar Amerika Serikat (AS) meningkat di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah. Produk ini tidak hanya menawarkan perlindungan, tetapi juga menjadi pilihan untuk diversifikasi aset dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Prudential Indonesia mencatat premi asuransi berbasis dolar AS mencapai Rp3,8 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 214% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, mengatakan kontribusi produk asuransi valuta asing terhadap total premi perusahaan meningkat signifikan. Porsinya naik dari 18% menjadi 43%.

Menurut Adit, kebutuhan nasabah segmen affluent dan high-net-worth (HNW) terus berkembang. Selain perlindungan finansial, nasabah juga mencari solusi untuk diversifikasi portofolio, pelestarian aset, dan perencanaan warisan.

Baca Juga :  Rupiah Melemah Premi Asuransi Naik ? Ini Dampaknya ke Keuangan Anda!

Perubahan gaya hidup turut mendorong tren tersebut. Sebagian masyarakat menengah atas memiliki kebutuhan keuangan lintas negara, termasuk biaya pendidikan di luar negeri, kepemilikan aset internasional, dan aktivitas bisnis global.

Prudential Indonesia menyediakan produk PRUFuture USD melalui kanal keagenan. Sementara itu, perusahaan menawarkan PRUTreasure Dolar melalui kanal bancassurance.

Di tingkat industri, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp94,75 triliun. Jumlah polis juga meningkat 7,7% menjadi 22,44 juta polis.

Baca Juga :  WhatsApp Kini Jadi Penentu Cuan Bisnis Online, Pelanggan Kabur Jika Chat Tak Dibalas 5 Menit

Dari sisi produk, premi bisnis baru unit link tumbuh 34,5% secara tahunan menjadi Rp19,78 triliun. Sementara itu, premi produk asuransi tradisional meningkat 14,2% menjadi Rp37,97 triliun.

Meski menawarkan pilihan perlindungan berbasis valuta asing, calon nasabah perlu memahami manfaat, biaya, risiko, dan ketentuan polis sebelum membeli. Asuransi dolar AS tidak otomatis menjadi investasi yang menguntungkan karena hasil akhirnya bergantung pada struktur produk, biaya, dan perubahan nilai tukar. Karena itu, sesuaikan pilihan dengan kebutuhan perlindungan dan kemampuan membayar premi. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Simulasi Pinjaman UMKM Rp50 Juta: Ini Simulasi Cicilan per Bulan untuk Tenor 1 hingga 5 Tahun
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, dan BNI Oktober 2026, Siapkan Dana Rp1 Miliar
Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.895 pada 14 Oktober 2026
IHSG Menguat ke 5.943, Saham BRPT Melonjak 9,16%, MAPI dan MEDC Ikut Melaju
Cara Menghasilkan Uang dari Shopee Affiliate 2026, Modal HP dan Target Rp100 Ribu Sehari
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 14 Oktober 2026, Saham PTBA, EMAS, dan ERAA Jadi Sorotan
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 14 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 14 Oktober 2026 Turun Rp20.000, Cek Daftar Lengkapnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Orang Kaya RI Beralih ke Asuransi Dolar AS, Premi Prudential Melonjak 214%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Simulasi Pinjaman UMKM Rp50 Juta: Ini Simulasi Cicilan per Bulan untuk Tenor 1 hingga 5 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, dan BNI Oktober 2026, Siapkan Dana Rp1 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.895 pada 14 Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:01 WIB

IHSG Menguat ke 5.943, Saham BRPT Melonjak 9,16%, MAPI dan MEDC Ikut Melaju

Berita Terbaru