Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. Tekanan jual menyeret indeks ke level 5.900,15 seiring pelemahan saham GOTO, WIFI, dan ISAT.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,72% pada pembukaan perdagangan. Sebanyak 400 saham melemah, sedangkan 103 saham menguat dan 460 saham stagnan.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi salah satu pemberat utama indeks. Harga sahamnya turun 7,14% menjadi Rp26 per saham. Sementara itu, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melemah 3,65% ke Rp1.320.
Tekanan juga menghampiri saham PT Indosat Tbk. (ISAT), yang turun 2,83% menjadi Rp2.060. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turut melemah 2,42% ke Rp805 per saham.
Di sektor energi dan komoditas, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 2,27% ke Rp1.510. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 2,10% ke Rp1.400, sedangkan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 1,82% ke Rp162.
Namun, sejumlah saham unggulan masih bergerak positif. Saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) naik 0,76% ke Rp3.990. Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat 0,40% ke Rp25.100, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) naik 0,36% ke Rp1.395.
Pelemahan ini terjadi setelah IHSG menutup perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, dengan kenaikan 0,29% ke level 5.943,02. Indeks kembali berada di bawah level psikologis 6.000, sehingga pelaku pasar mencermati potensi tekanan lanjutan.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyoroti inflasi Amerika Serikat yang mencapai 3,7% secara tahunan. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang.
Secara teknikal, area 5.900–5.850 menjadi zona support penting. Jika IHSG mampu menembus kembali 6.000, momentum jangka pendek berpeluang membaik. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko pasar sebelum mengambil keputusan investasi. (*)
Editor : Fanda Yosephta









