Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pengusaha batu bara Low Tuck Kwong kembali menambah kepemilikan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Dia membeli sekitar 100 juta saham senilai Rp1,12 triliun pada 14 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi tersebut mencapai 100.001.000 saham. Low Tuck Kwong membeli saham itu secara tidak langsung dengan harga Rp11.200 per saham.

Manajemen Bayan Resources menyebut transaksi tersebut bertujuan untuk investasi. Aksi ini memperkuat kepemilikan Low Tuck Kwong di perusahaan tambang batu bara tersebut.

Baca Juga :  Trump Officially Swears In Kevin Warsh as New Fed Chair, Global Markets Watch Interest Rate Direction

Sebelumnya, Low Tuck Kwong juga membeli 500.000 saham BYAN pada 13 Oktober 2026. Transaksi tersebut bernilai Rp5,6 miliar dengan harga Rp11.200 per saham.

Setelah pembelian pada 14 Oktober, kepemilikan Low Tuck Kwong meningkat menjadi 3.416.667.832 saham. Porsi hak suaranya naik menjadi 10,25%. Dia tetap berstatus sebagai pemegang saham pengendali Bayan Resources.

Di sisi lain, PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam, telah menyelesaikan pembelian 30,25% saham BYAN pada 8 Oktober 2026. Transaksi tersebut melibatkan 10.084.088.370 saham dengan harga Rp2.588 per saham. Nilai pembeliannya mencapai sekitar Rp26,09 triliun.

Baca Juga :  IHSG Berbalik Melemah Usai Isu Pembatasan Pertalite-Solar, Investor Waspada Dampak Ekonomi

Meski terjadi perubahan kepemilikan dalam jumlah besar, manajemen Bayan Resources menyatakan transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian perusahaan. Manajemen juga menyebut belum ada perubahan rencana belanja modal, ekspansi, investasi, maupun kerja sama strategis.

Aksi pembelian saham oleh Low Tuck Kwong menjadi perhatian pelaku pasar di tengah perubahan komposisi pemegang saham Bayan Resources. Namun, investor tetap perlu mencermati kinerja keuangan, prospek industri batu bara, dan pergerakan harga BYAN sebelum mengambil keputusan investasi. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI
Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam
IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS
Harga Emas 1 Gram di Pegadaian Hari Ini, Galeri 24 Lebih Murah dari Antam
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 15 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,56 Juta, Cek Daftar Lengkap
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 15 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,613 Juta
BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 9 Menit
Orang Kaya RI Beralih ke Asuransi Dolar AS, Premi Prudential Melonjak 214%
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:20 WIB

IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Harga Emas 1 Gram di Pegadaian Hari Ini, Galeri 24 Lebih Murah dari Antam

Berita Terbaru