Belanja Modal Anjlok Jadi Rp 44 Miliar, TPP ASN Kota Sungai Penuh Terancam Dikurangi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH — APBD Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2026 menghadapi tekanan berat. Belanja modal yang tahun ini mencapai Rp 135 miliar dipastikan merosot tajam menjadi hanya Rp 44 miliar.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran efek domino terhadap pelayanan publik hingga penghasilan aparatur sipil negara.

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Damrat, mengungkapkan penurunan anggaran tersebut terjadi bukan hanya karena transfer pusat menyusut, namun juga disebabkan melonjaknya kebutuhan belanja pegawai.

Salah satu penyebab utamanya adalah kewajiban pembayaran gaji bagi tenaga PPPK yang terus bertambah jumlahnya.

Baca Juga :  ASN Sungai Penuh Ambil Nomor Antre Subuh di Bank Jambi demi THR dan TPP, Kerinci Justru Dibagikan di Kantor

“Belanja modal tahun depan tinggal Rp 44 miliar. Turun sangat jauh dari tahun ini. Banyak OPD bahkan tak punya anggaran untuk kebutuhan dasar, beli kertas saja tidak ada,” ujar Damrat, Minggu.

Tekanan anggaran yang menguat itu memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian di banyak sektor. Salah satu yang paling krusial adalah potensi pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Menurut Damrat, pembahasan antara eksekutif dan legislatif masih berlangsung, tetapi sinyal penghematan semakin kuat.

“Hitung-hitungan sedang dilakukan. Kalau anggaran tidak cukup, TPP ASN kemungkinan besar akan dikurangi,” katanya.

Baca Juga :  Redmi Note 15 Series Hadir di Indonesia, Ini Keunggulan dan Bocoran Harganya

Kondisi ini menjadi alarm bagi birokrasi Kota Sungai Penuh. Penurunan belanja modal berarti minimnya pembangunan fisik pada 2026, sementara pengurangan TPP berpotensi mempengaruhi motivasi kerja ASN di tengah kebutuhan layanan publik yang tak bisa berhenti.

Dengan APBD yang makin sempit, pemerintah daerah kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjaga stabilitas fiskal atau mempertahankan kesejahteraan ASN. Sementara itu, publik menunggu bagaimana keberanian dan kreativitas pemerintah kota mengelola anggaran yang makin terbatas tanpa mengorbankan pelayanan masyarakat.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya
10 Perusahaan dengan Jumlah Karyawan Terbanyak 2026
4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang
Prabowo Targetkan 1 Juta Motor Listrik Diproduksi di Indonesia
Ada Harapan PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh dan Kerinci Diangkat Jadi Penuh Waktu, Ini Dasarnya
Bukan Kaleng-Kaleng, Kerja Cerdas Dalam 1 Tahun Wako Alfin Bawa Sungai Penuh Raih Insentif Pusat Rp4,5 Miliar
Kabar Baik, PPPK Tak Akan Dirumahkan: Ini 3 Skema Pemerintah Bayar Gaji 2026
CPNS 2026 Sungai Penuh Terbaru: 31 Formasi Tenaga Kesehatan Menunggu Persetujuan Pemerintah Pusat
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:00 WIB

10 Perusahaan dengan Jumlah Karyawan Terbanyak 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:00 WIB

4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Prabowo Targetkan 1 Juta Motor Listrik Diproduksi di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Ada Harapan PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh dan Kerinci Diangkat Jadi Penuh Waktu, Ini Dasarnya

Berita Terbaru