Tiga Logam Ini Meroket Lebih Tinggi dari Emas, Investor Dunia Mulai Berburu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pasar logam dunia memasuki babak baru pada awal 2026. Jika selama ini emas selalu menjadi tolok ukur keamanan aset global, kini tiga komoditas lain—perak, lithium, dan platinum—justru melesat lebih cepat dan menarik perhatian investor internasional.

Lonjakan paling dramatis terjadi pada perak, yang melonjak lebih dari 51% sejak awal tahun dan tercatat tumbuh 258% secara tahunan, hingga menembus US$107 per troy ons. Kenaikan ekstrem ini bukan hanya dipicu sentimen pasar, tetapi juga kekurangan pasokan fisik yang berlangsung selama beberapa bulan.

Di China dan India, permintaan ritel justru meningkat meski harga tinggi. Batangan 1 kilogram menjadi produk favorit, sementara beberapa pabrik perhiasan mengalihkan lini produksi menjadi produk investasi untuk memenuhi ledakan permintaan.

Di sisi lain, lithium juga mengalami reli besar. Harga lithium karbonat di China melejit 53,8% (YtD) dan 133% (YoY) hingga menyentuh CNY 181.500 per ton. Kenaikan lithium kali ini bukan sekadar efek siklus, tetapi berkaitan dengan kebijakan industri China yang menata ulang peta produksi baterai nasional.

Baca Juga :  Belum Rilis, Chip AI Nvidia Sudah Dipesan Rp16.985 Triliun

Menjelang turunnya insentif ekspor baterai pada April, produsen mempercepat akumulasi bahan baku, sementara pemerintah meningkatkan anggaran energi terbarukan dan fasilitas penyimpanan. Pengetatan suplai juga diperparah oleh pencabutan izin tambang dan penghentian operasi di beberapa kawasan penghasil lithium.

Berbeda dengan dua komoditas tersebut, reli platinum lebih dipicu intensitas pembelian fisik oleh investor besar. Dengan ukuran pasar tahunan hanya sekitar 250 ton, harga platinum menjadi sangat peka terhadap perubahan permintaan.

Lonjakan harga hingga mendekati US$2.900 per ons terutama berasal dari arus masuk pembelian batangan. Harga yang lebih terjangkau dibanding emas membuat investor dapat mengakumulasi lebih banyak unit, sehingga dampaknya langsung tercermin pada lonjakan harga.

Baca Juga :  Bitcoin Rp 2,6 Triliun Hilang, Diduga Dipindahkan Tanpa Izin

Sementara itu, emas tetap berada di jalur positif, namun tidak mengungguli ketiga komoditas tersebut. Harga emas bergerak naik sekitar 17% tahun ini, didorong ketegangan geopolitik global dan risiko kebijakan fiskal di Amerika Serikat. Meskipun menjadi aset lindung nilai yang paling stabil, performa emas tidak seagresif logam pesaingnya.

Adapun tembaga menunjukkan dinamika berbeda. Harga bertahan stabil di sekitar US$5,9 per pon, dipengaruhi pelemahan dolar AS serta kenaikan permintaan menjelang Tahun Baru Imlek di China. Tembaga tetap menjadi komoditas penting dalam transisi energi dan teknologi AI, namun tidak mencatat reli ekstrem seperti perak, lithium, dan platinum.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor global. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perubahan besar industri energi, pasar mulai mencari aset yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi—dan kali ini, bukan emas yang berada di puncak.

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari ini 15 April 2026 Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Rekomendasi Saham Hari Ini 15 April 2026: INCO, ADMR, BRPT Jadi Top Gainer
Rekrutmen Bank Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat, Posisi, dan Cara Daftar Lengkap Terbaru
Resmi! Dividen BBRI 2026 Rp346 per Saham, Investor Wajib Catat Tanggal Penting Ini
Rekomendasi HP Android Terlaris 2026 di Shopee: Murah, RAM Besar & Gaming Lancar
Cara Jualan di Shopee Tanpa Modal untuk Pemula, Auto Cuan di 2026
3 Kebijakan Baru LPG 2026 dari Pemerintah: Cara Hemat Gas, Dampak Harga, dan Jaminan Stok Nasional
Cara Dapat Cashback DANA Tertinggi 2026, Ini Trik dan Aplikasi Partnernya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:25 WIB

Kurs Rupiah Hari ini 15 April 2026 Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rabu, 15 April 2026 - 09:34 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini 15 April 2026: INCO, ADMR, BRPT Jadi Top Gainer

Rabu, 15 April 2026 - 09:01 WIB

Rekrutmen Bank Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat, Posisi, dan Cara Daftar Lengkap Terbaru

Rabu, 15 April 2026 - 07:00 WIB

Resmi! Dividen BBRI 2026 Rp346 per Saham, Investor Wajib Catat Tanggal Penting Ini

Selasa, 14 April 2026 - 23:00 WIB

Rekomendasi HP Android Terlaris 2026 di Shopee: Murah, RAM Besar & Gaming Lancar

Berita Terbaru

Daerah

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung

Rabu, 15 Apr 2026 - 10:08 WIB