Ethereum Bisa Tembus Rp4 Miliar per Koin? Tom Lee Ramal ETH Melejit 50 Kali Lipat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pasar kripto kembali dihebohkan oleh prediksi ambisius dari Chairman BitMine Immersion Technologies sekaligus Co-Founder Fundstrat, Tom Lee. Dalam sebuah konferensi internasional di Paris, Lee menyampaikan keyakinannya bahwa harga Ethereum berpotensi mencapai US$250.000 per koin dalam jangka panjang, atau sekitar 50 kali lipat dibandingkan posisi saat ini.

Pernyataan tersebut muncul ketika kondisi pasar Ethereum justru sedang mengalami tekanan cukup berat. Harga ETH masih bergerak di bawah level psikologis US$2.000 dan sempat mengalami koreksi signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Namun menurut Lee, justru kondisi pesimistis yang terjadi saat ini menjadi peluang besar bagi investor jangka panjang.

Lee menilai banyak pelaku pasar terlalu fokus pada pergerakan harga harian dan mengabaikan transformasi besar yang sedang terjadi di balik ekosistem Ethereum. Menurutnya, jaringan Ethereum berpotensi menjadi tulang punggung sistem keuangan digital global yang akan digunakan oleh perusahaan, institusi keuangan, hingga teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Salah satu faktor utama yang menjadi dasar optimisme Lee adalah pertumbuhan AI Agent. Teknologi ini memungkinkan sistem kecerdasan buatan melakukan transaksi secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Dalam skenario tersebut, Ethereum dinilai memiliki keunggulan sebagai infrastruktur pembayaran dan penyelesaian transaksi yang cepat, transparan, dan dapat diakses secara global.

Selain AI, tren tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA) juga disebut akan menjadi katalis besar bagi Ethereum. Tokenisasi memungkinkan aset seperti properti, obligasi, saham, hingga komoditas diperdagangkan dalam bentuk digital di blockchain. Banyak proyek tokenisasi saat ini memilih Ethereum sebagai jaringan utama karena tingkat keamanan dan ekosistemnya yang sudah matang.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 6 September 2026 Tembus Rp1,4 Miliar, BTC Naik Tipis

Menurut berbagai laporan industri, nilai pasar tokenisasi aset global berpotensi mencapai triliunan dolar dalam beberapa tahun mendatang. Jika sebagian besar aktivitas tersebut berjalan di atas jaringan Ethereum, maka permintaan terhadap ETH diperkirakan meningkat secara signifikan. Kondisi ini berpotensi mendorong valuasi Ethereum ke level yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini.

Tidak hanya itu, Lee juga menyoroti perubahan struktur kepemilikan Ethereum. Jika sebelumnya Ethereum Foundation menjadi salah satu pemegang terbesar ETH, kini posisi tersebut mulai bergeser ke perusahaan-perusahaan publik dan institusi besar. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan kalangan korporasi terhadap Ethereum sebagai aset strategis jangka panjang.

BitMine sendiri dilaporkan telah mengakumulasi jutaan ETH dan menjadi salah satu pemegang Ethereum terbesar di dunia. Perusahaan tersebut memperoleh pendapatan ratusan juta dolar per tahun dari aktivitas staking Ethereum. Bagi Lee, model bisnis seperti ini akan semakin menarik perhatian investor institusional yang mencari sumber pendapatan pasif dari aset digital.

Meski demikian, prediksi harga US$250.000 masih menjadi target yang sangat agresif. Untuk mencapai level tersebut, kapitalisasi pasar Ethereum harus meningkat berkali-kali lipat dari kondisi sekarang. Investor juga perlu mempertimbangkan berbagai risiko seperti regulasi, persaingan blockchain lain, kondisi ekonomi global, hingga perkembangan teknologi yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Namun satu hal yang pasti, Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto paling banyak diperhatikan investor dunia. Jika adopsi AI, tokenisasi aset, stablecoin, dan staking institusional terus berkembang sesuai prediksi, maka Ethereum berpotensi memainkan peran yang jauh lebih besar dalam sistem keuangan masa depan.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun ke Rp1,445 Miliar, Dogecoin Anjlok 2,71 Persen

Faktor yang Bisa Mendorong Ethereum Naik

✅ Adopsi AI Agent yang meningkat

✅ Pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata (RWA)

✅ Penggunaan stablecoin berbasis Ethereum

✅ Masuknya investor institusional

✅ Pendapatan staking yang terus berkembang

✅ Pengembangan teknologi Ethereum yang berkelanjutan

Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor

❌ Volatilitas pasar kripto yang tinggi

❌ Regulasi pemerintah di berbagai negara

❌ Persaingan dari blockchain lain

❌ Potensi perlambatan ekonomi global

❌ Penurunan minat investor terhadap aset berisiko

FAQ

Apa prediksi harga Ethereum menurut Tom Lee?

Tom Lee memprediksi Ethereum berpotensi mencapai US$250.000 per koin dalam jangka panjang, atau sekitar 50 kali lipat dari harga saat ini.

Mengapa Ethereum dianggap berpotensi naik?

Karena Ethereum menjadi infrastruktur utama untuk AI Agent, stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, dan berbagai aplikasi keuangan berbasis blockchain.

Apa itu tokenisasi aset?

Tokenisasi aset adalah proses mengubah aset fisik seperti properti, emas, obligasi, atau saham menjadi token digital yang dapat diperdagangkan di blockchain.

Apakah Ethereum bisa mengalahkan Bitcoin?

Sebagian analis percaya Ethereum memiliki utilitas yang lebih luas dibanding Bitcoin. Namun hingga saat ini Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Apakah sekarang waktu yang tepat membeli Ethereum?

Keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Investor disarankan melakukan riset mendalam dan tidak hanya mengandalkan prediksi harga. (Tim)

Berita Terkait

Harga Bitcoin Hari Ini: BTC Bertahan di Atas US$80.000, Ini Katalis yang Wajib Dipantau Pekan Ini
Harga Bitcoin Hari Ini 18 Oktober 2026 Tembus Rp1,47 Miliar, Naik 0,57 Persen
Harga Bitcoin Hari Ini 17 Oktober 2026: Terkoreksi ke Rp1,47 Miliar, Investor Wajib Cermati Level Ini
Harga Kripto Hari Ini 17 Oktober 2026: Bitcoin Rp1,47 Miliar, Zcash Anjlok 6,65%
Harga Bitcoin Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun ke Rp1,445 Miliar, Dogecoin Anjlok 2,71 Persen
Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu
Harga Bitcoin Hari Ini 12 Oktober 2026 Turun 1,17%, 1 BTC Tembus Rp1,48 Miliar
Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Naik ke Rp1,49 Miliar, Zcash Pimpin Kenaikan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 18 Oktober 2026 Tembus Rp1,47 Miliar, Naik 0,57 Persen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 17 Oktober 2026: Terkoreksi ke Rp1,47 Miliar, Investor Wajib Cermati Level Ini

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Harga Kripto Hari Ini 17 Oktober 2026: Bitcoin Rp1,47 Miliar, Zcash Anjlok 6,65%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun ke Rp1,445 Miliar, Dogecoin Anjlok 2,71 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu

Berita Terbaru