JAKARTA — Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan (month to month). Angka ini turun tajam dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41%, memicu perhatian pelaku pasar karena mencerminkan perubahan tren harga setelah periode Lebaran.
Deputi BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap mengalami kenaikan dari 110,95 menjadi 111,09. Meski demikian, laju inflasi yang melambat menunjukkan tekanan harga mulai terkendali, terutama setelah lonjakan konsumsi saat Ramadan mereda.
Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi April dengan andil 0,12%. Kenaikan tarif pesawat dan harga bensin menjadi pemicu utama. Kondisi ini menegaskan bahwa sektor energi dan mobilitas masih menjadi faktor krusial yang memengaruhi stabilitas harga nasional.
Selain itu, komoditas pangan seperti minyak goreng, tomat, serta beras juga ikut memberikan kontribusi terhadap inflasi. Namun, tekanan harga mulai berkurang seiring masuknya musim panen yang membantu menstabilkan pasokan di pasar.
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, memproyeksikan inflasi tahunan turun ke kisaran 2,40% (year on year). Ia menyebut normalisasi permintaan pasca Lebaran menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan harga.
Inflasi inti juga diperkirakan melandai ke 2,31%, mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif stabil. Hal ini menjadi sinyal positif bagi investor dan sektor bisnis karena menunjukkan kondisi ekonomi domestik yang masih terjaga.
Namun demikian, risiko inflasi tetap mengintai. Kenaikan harga BBM nonsubsidi, LPG, serta fluktuasi harga minyak global akibat konflik geopolitik berpotensi mendorong inflasi kembali naik dalam waktu dekat.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan biaya produksi dan distribusi, yang pada akhirnya berdampak pada harga barang dan jasa. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan tetap waspada terhadap tekanan eksternal yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
FAQ (Pertanyaan Populer – CPC Tinggi)
1. Berapa inflasi Indonesia April 2026?
Inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13% secara bulanan menurut BPS.
2. Apa penyebab inflasi turun?
Penurunan dipicu normalisasi permintaan setelah Ramadan dan stabilnya harga pangan.
3. Sektor apa yang paling memengaruhi inflasi?
Transportasi, terutama tarif pesawat dan harga bensin.
4. Apakah harga BBM akan naik lagi?
Potensi kenaikan tetap ada, terutama untuk BBM nonsubsidi mengikuti harga minyak dunia.
5. Apa dampak inflasi bagi masyarakat?
Inflasi rendah membantu menjaga daya beli, tetapi tetap perlu waspada terhadap kenaikan harga energi.









