Tiba di Tanjung Priok, Harga Pikap Impor India untuk Koperasi Merah Putih Diperkirakan Rp 200 Jutaan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara merealisasikan tahap awal impor kendaraan niaga asal India. Sebanyak 1.000 unit pikap dilaporkan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan siap didistribusikan ke berbagai daerah.

Pengadaan kendaraan ini merupakan bagian dari kontrak jumbo impor 105.000 unit kendaraan niaga untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih. Nilai kontrak keseluruhan disebut mencapai Rp 24,66 triliun.

Impor tersebut melibatkan dua produsen besar, yakni Mahindra dan Tata Motors. Dari total unit, 35.000 kendaraan merupakan Scorpio Pick-Up dari Mahindra.

Sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, yang terdiri atas 35.000 Yodha Pick-Up dan 35.000 Ultra T.7 Light Truck.

Baca Juga :  Tata XPRES Resmi Dirilis, Sedan Murah Buatan India Mulai Rp 100 Jutaan

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut harga pikap yang diperoleh dari impor India sangat kompetitif. Namun, ia enggan mengungkap detail karena terikat perjanjian kerahasiaan (NDA).

Meski demikian, Joao mengindikasikan banderolnya berada di bawah rata-rata harga pikap merek Jepang di pasar domestik. Harga unit yang diterima Agrinas diperkirakan berada di kisaran Rp 200 jutaan.

“(Harga) semua sudah termasuk pajak. Prinsip saya, harga yang disepakati adalah harga terima di seluruh Indonesia, termasuk Papua, tanpa ada penambahan,” ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga :  Agrinas Impor 105.000 Pick Up dari India Rp24,66 Triliun, Ekonom Ingatkan Dampaknya

Ia menambahkan, status kendaraan yang diterima sudah On the Road (OTR) dan On the Place. Skema pembelian massal dan negosiasi langsung dengan prinsipal diklaim memberi efisiensi signifikan.

Agrinas bahkan mengklaim potensi penghematan hingga Rp 46 triliun dibandingkan jika pengadaan dilakukan dengan harga pasar umum.

Unit yang didatangkan bukan varian paling dasar. Kendaraan disebut merupakan pikap berpenggerak 4×4 yang dirancang untuk kebutuhan medan berat.

Secara umum, spesifikasi pikap 4×4 tersebut mencakup mesin diesel bertorsi besar, sistem 4WD dengan transfer case high dan low, ground clearance tinggi, sasis ladder frame, serta bak angkut luas. (***)

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998
Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi
Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati April 2026, Ini Nama Kajati Baru dari Jabar hingga Sumut
Shopee hingga Tokopedia Bakal Pungut Pajak Seller, Pemerintah Siapkan Aturan Baru 2026
Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang dari GIGI, Unggahan Emosional Jadi Sorotan
Kepala BGN Buka Suara Soal Anggaran Rp113 Miliar untuk EO, Ini Penjelasannya
Kejagung Tetap Gunakan BPKP untuk Audit Kerugian Negara Meski MK Tetapkan BPK
Tegas! Prabowo Minta Praktik Tambang Ilegal Dihentikan Total
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:02 WIB

Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998

Selasa, 14 April 2026 - 06:05 WIB

Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi

Selasa, 14 April 2026 - 01:02 WIB

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati April 2026, Ini Nama Kajati Baru dari Jabar hingga Sumut

Senin, 13 April 2026 - 07:15 WIB

Shopee hingga Tokopedia Bakal Pungut Pajak Seller, Pemerintah Siapkan Aturan Baru 2026

Senin, 13 April 2026 - 04:00 WIB

Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang dari GIGI, Unggahan Emosional Jadi Sorotan

Berita Terbaru