Sri Kartini Alfin Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Stunting di Kota Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH – Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., terus menunjukkan komitmennya sebagai ujung tombak pemberantasan stunting di Kota Sungai Penuh. Bersama Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., ia menghadiri Gebyar Kelas Ibu Hamil se-Kota Sungai Penuh yang digelar di Aula Perpustakaan Digital Kampus IAIN Kerinci, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Dampingi Ibu Hamil, Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan” tersebut diikuti lebih dari 300 ibu hamil dari seluruh kecamatan di Kota Sungai Penuh. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Alfin menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dimulai setelah anak lahir. Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, edukasi, serta pendampingan kepada setiap ibu hamil.

Alfin juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, TP PKK Kota Sungai Penuh, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan Gebyar Kelas Ibu Hamil. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Baca Juga :  Jadwal Pengaliran Air Sungai Penuh 8 Oktober 2026, Cek Wilayah dan Jam Air Mengalir

Sementara itu, kehadiran Sri Kartini Alfin dinilai semakin memperkuat peran TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak. Melalui berbagai program pendampingan keluarga, TP PKK diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menekan risiko stunting sejak dini.

Wali Kota Alfin juga mengajak para suami untuk tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab kehamilan kepada istri. Dukungan keluarga, menurutnya, memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan ibu maupun tumbuh kembang janin selama berada dalam kandungan.

Selain itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong implementasi Gerakan Inovasi 3S sebagai bagian dari strategi membangun sumber daya manusia yang sehat dan bebas stunting. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi para ibu hamil dan menjadi langkah nyata dalam mencegah stunting sejak dini. Saya juga mendoakan seluruh ibu hamil senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran hingga proses persalinan, serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Wali Kota Alfin.

Melalui Gebyar Kelas Ibu Hamil, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, hingga masyarakat semakin kuat. Dengan kolaborasi tersebut, target penurunan stunting di Kota Sungai Penuh diharapkan dapat tercapai sekaligus melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Hubungan Wako Alfin – Wawako Azhar Makin Solid, Duet Harmonis Demi Kota Sungai Penuh JUARA

FAQ

Apa tujuan Gebyar Kelas Ibu Hamil Kota Sungai Penuh?
Memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting sejak dalam kandungan.

Siapa yang menghadiri kegiatan tersebut?
Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Ketua TP PKK Sri Kartini Alfin, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta lebih dari 300 ibu hamil.

Mengapa pencegahan stunting dimulai sejak kehamilan?
Karena pertumbuhan janin dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu, kecukupan gizi, serta pelayanan kesehatan selama masa kehamilan.

Apa peran TP PKK dalam penanganan stunting?
TP PKK berperan melakukan edukasi keluarga, pendampingan ibu hamil, sosialisasi gizi, serta mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting. (Fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen
Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya
BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?
Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya
Influenza A Terdeteksi Lebih Awal, Kasus Pertama Musim Flu 2026-2027 Dikonfirmasi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya

Berita Terbaru