Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dapat kembali menguat ke level Rp15.000.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di tengah kondisi rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.698 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.

Purbaya Optimistis Rupiah Bisa Menguat

Dalam pernyataannya, Purbaya menyebut pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan memperkuat rupiah.

“Kita akan dorong rupiah ke arah Rp15.000,” ujar Purbaya.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

Untuk menjaga stabilitas rupiah, pemerintah melalui Kementerian Keuangan disebut aktif masuk ke pasar obligasi.

Langkah tersebut dilakukan dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder guna menjaga stabilitas yield obligasi Indonesia.

Baca Juga :  Kurs Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Ditutup Rp17.695 pada Perdagangan 19 Mei 2026

Menurut Purbaya, strategi ini mulai memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan domestik.

Yield Obligasi Mulai Turun

Purbaya menjelaskan, meski rupiah masih melemah, yield obligasi pemerintah justru mulai turun dalam sepekan terakhir.

Penurunan yield dinilai penting karena:

  • Menjaga kepercayaan investor
  • Mengurangi tekanan capital outflow
  • Membantu stabilisasi pasar keuangan

Investor Asing Mulai Kembali Masuk

Pemerintah juga mengklaim investor asing mulai kembali masuk ke pasar Indonesia, baik:

  • Pasar sekunder
  • Pasar primer

Nilai dana asing yang masuk disebut telah mencapai hampir Rp2 triliun.

Arus modal masuk ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap pemulihan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Rupiah Masih Dipengaruhi Sentimen Global

Meski optimisme pemerintah cukup tinggi, pergerakan rupiah masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal seperti:

1. Penguatan Dolar AS

Dolar AS masih kuat akibat kebijakan suku bunga tinggi global.

Baca Juga :  OJK Resmi Batasi Layanan Paylater

2. Ketegangan Geopolitik

Konflik internasional masih memicu ketidakpastian pasar.

3. Arus Modal Asing

Pergerakan investor global masih sangat mempengaruhi pasar emerging market termasuk Indonesia.

Tantangan Menuju Rp15.000

Sejumlah analis menilai target rupiah kembali ke Rp15.000 bukan hal mudah dalam jangka pendek.

Namun target tersebut dinilai bisa tercapai apabila:

  • Inflasi global mulai mereda
  • The Fed melonggarkan kebijakan moneter
  • Arus modal asing terus masuk
  • Stabilitas ekonomi domestik terjaga

Selain itu, kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar akan menjadi faktor utama.

Rupiah Jadi Sorotan Pasar 2026

Pergerakan rupiah sepanjang 2026 menjadi perhatian besar pelaku pasar karena berkaitan langsung dengan:

  • Inflasi
  • Harga impor
  • Utang luar negeri
  • Investasi asing
  • Stabilitas ekonomi nasional

Jika rupiah berhasil menguat signifikan, dampaknya dapat membantu:

  • Menekan biaya impor
  • Menjaga inflasi
  • Memperkuat daya beli masyarakat

Berita Terkait

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya
Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya
RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun
BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun
Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya

Berita Terbaru