SUNGAI PENUH — Progres pembangunan Pasar Beringin di Kota Sungai Penuh dinilai berjalan lamban. Minimnya peralatan yang digunakan kontraktor pelaksana, PT Cimedang Sakti Kontrindo, memicu kekhawatiran warga proyek tersebut tidak selesai tepat waktu.
Pasar Beringin merupakan pusat aktivitas perdagangan masyarakat. Selain menjadi lokasi pasar malam MKS dan pedagang buah, pasar ini direncanakan menampung pedagang yang saat ini berjualan di Terminal Tanjung Bajure. Keterlambatan pembangunan dikhawatirkan berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga.
Di lapangan, aktivitas pekerjaan kerap terhenti akibat kerusakan alat berat. “Ini proyek besar, seharusnya didukung alat berat yang layak. Tadi malam alat yang dipakai rusak,” kata warga Sungai Penuh, Minggu (13/12/2025).
Kondisi serupa terlihat pada Sabtu sore. Sebuah dump truck sempat menunggu muatan tanah, namun tanah yang telah menumpuk di area proyek tidak dapat diangkut karena alat berat mengalami kerusakan. “Tanah tidak jadi diangkut karena alatnya rusak,” ujar seorang warga.
Minimnya peralatan tersebut memunculkan tanda tanya warga terhadap kesiapan kontraktor menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Warga berharap ada penambahan alat dan perbaikan manajemen kerja agar proyek tidak berlarut-larut.
Pemilik hak guna bangunan Pasar Beringin, Hendri, berharap pembangunan pasar bisa diselesaikan tepat waktu. Ia menyebut rampungnya proyek menjadi harapan pedagang yang saat ini masih menempati penampungan sementara. “Kalau pasar ini selesai, pedagang bisa kembali ke tempat semula. Kami berharap proyek ini tidak molor,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas PT Cimedang Sakti Kontrindo, Lana, membenarkan adanya kerusakan alat berat. Ia mengatakan kerusakan terjadi saat proses pengeboran pondasi borpile. “Alat di lokasi memang rusak. Saat pengeboran, gigi bor rontok karena medan di sini banyak bebatuan,” kata Lana. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









