Progres Lambat dan Peralatan Minim, Proyek Pasar Beringin Terancam Molor

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

oplus_2

SUNGAI PENUH — Progres pembangunan Pasar Beringin di Kota Sungai Penuh dinilai berjalan lamban. Minimnya peralatan yang digunakan kontraktor pelaksana, PT Cimedang Sakti Kontrindo, memicu kekhawatiran warga proyek tersebut tidak selesai tepat waktu.

Pasar Beringin merupakan pusat aktivitas perdagangan masyarakat. Selain menjadi lokasi pasar malam MKS dan pedagang buah, pasar ini direncanakan menampung pedagang yang saat ini berjualan di Terminal Tanjung Bajure. Keterlambatan pembangunan dikhawatirkan berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga.

Di lapangan, aktivitas pekerjaan kerap terhenti akibat kerusakan alat berat. “Ini proyek besar, seharusnya didukung alat berat yang layak. Tadi malam alat yang dipakai rusak,” kata warga Sungai Penuh, Minggu (13/12/2025).

Baca Juga :  Sekda Turun Malam Hari, Penataan Pasar Sungai Penuh Dikebut

Kondisi serupa terlihat pada Sabtu sore. Sebuah dump truck sempat menunggu muatan tanah, namun tanah yang telah menumpuk di area proyek tidak dapat diangkut karena alat berat mengalami kerusakan. “Tanah tidak jadi diangkut karena alatnya rusak,” ujar seorang warga.

Minimnya peralatan tersebut memunculkan tanda tanya warga terhadap kesiapan kontraktor menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Warga berharap ada penambahan alat dan perbaikan manajemen kerja agar proyek tidak berlarut-larut.

Pemilik hak guna bangunan Pasar Beringin, Hendri, berharap pembangunan pasar bisa diselesaikan tepat waktu. Ia menyebut rampungnya proyek menjadi harapan pedagang yang saat ini masih menempati penampungan sementara. “Kalau pasar ini selesai, pedagang bisa kembali ke tempat semula. Kami berharap proyek ini tidak molor,” ujarnya.

Baca Juga :  Mau Tahu Berapa Gaji Bulanan Kades dan Staf di Sungai Penuh Tahun 2025 ? Ini Rinciannya 

Menanggapi keluhan tersebut, Humas PT Cimedang Sakti Kontrindo, Lana, membenarkan adanya kerusakan alat berat. Ia mengatakan kerusakan terjadi saat proses pengeboran pondasi borpile. “Alat di lokasi memang rusak. Saat pengeboran, gigi bor rontok karena medan di sini banyak bebatuan,” kata Lana. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Wako Alfin Serahkan 219.000 Bibit Kopi kepada 11 Kelompok Tani, Targetkan Sungai Penuh Jadi Sentra Kopi Berkualitas
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jadi Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil
Sekda Alpian Soroti Disiplin ASN Sungai Penuh, BKPSDM Diminta Perkuat Pengawasan
Proyek IPA Rawang Dikebut, Target Rampung Akhir 2026
Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk
5 Jabatan Kepala OPD Sungai Penuh Dilelang, Nasib 4 Plt Jadi Sorotan: Zanti, Bovi, Zahirman, Jumadil Bertahan atau Tergusur?
Kenduri Sko Pondok Tinggi Direncanakan Digelar 2028, Azhar Hamzah: Saya Dukung 200 Persen
ISMI Kerinci Berbagi ! Gandeng Nailah Hairat Wisata, Tawarkan Paket Umrah Mulai Rp27 Jutaan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:46 WIB

Wako Alfin Serahkan 219.000 Bibit Kopi kepada 11 Kelompok Tani, Targetkan Sungai Penuh Jadi Sentra Kopi Berkualitas

Jumat, 11 September 2026 - 12:12 WIB

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jadi Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil

Senin, 7 September 2026 - 11:16 WIB

Sekda Alpian Soroti Disiplin ASN Sungai Penuh, BKPSDM Diminta Perkuat Pengawasan

Minggu, 6 September 2026 - 12:33 WIB

Proyek IPA Rawang Dikebut, Target Rampung Akhir 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 19:40 WIB

Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk

Berita Terbaru