JAMBI – Mutasi terbaru Polri membawa perubahan kepemimpinan di Polda Jambi. Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H. kini dipercaya menjabat sebagai Kapolda Jambi menggantikan Irjen Pol Krisno H. Siregar.
Pergantian tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Surat tersebut ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat.
Polda Jambi menyebut mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier dan penyegaran di lingkungan Polri. Mutasi terbaru itu mencakup 88 perwira tinggi Polri.
1. Irjen Widodo Resmi Jadi Kapolda Jambi
Irjen Widodo sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Gorontalo. Dalam mutasi terbaru, ia dipercaya memimpin Polda Jambi.
Sementara itu, Irjen Krisno H. Siregar dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi Irjen Widodo.
Pergantian ini menjadi perhatian masyarakat Jambi karena Kapolda memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, penegakan hukum dan pelayanan kepolisian di wilayah provinsi.
Polda Jambi menyatakan jajaran kepolisian siap mendukung kepemimpinan Widodo dan melanjutkan program yang telah berjalan.
2. Lulusan Akpol 1994
Irjen Widodo merupakan perwira tinggi Polri yang memiliki latar belakang pendidikan Akpol. Ia tercatat sebagai alumni Akpol 1994.
Angkatan tersebut juga melahirkan sejumlah perwira tinggi yang kemudian menduduki posisi strategis di tubuh Polri.
Data mengenai daftar Kapolda 2026 menunjukkan Widodo termasuk jajaran Kapolda yang berasal dari Akpol 1994.
Namun, penyebutan seseorang sebagai satu angkatan dengan perwira lain tidak menunjukkan hubungan khusus di luar fakta pendidikan yang sama.
3. Pendidikan Kepolisian Irjen Widodo
Selain Akpol, perjalanan pendidikan Widodo berlanjut melalui sejumlah jenjang pendidikan kepolisian.
Ia tercatat menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian atau PTIK pada 1998.
Selanjutnya, Widodo mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah atau Sespimmen pada 2007.
Pendidikan berikutnya adalah Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi atau Sespimti pada 2015.
Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum mendapatkan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
4. Awal Karier di Kepolisian
Karier Widodo di kepolisian dimulai dari sejumlah posisi operasional.
Pengalaman tersebut kemudian berkembang ke bidang reserse dan jabatan struktural di sejumlah wilayah.
Ia pernah menjalankan tugas sebagai Kasatserse Polres Cianjur dan Kasatserse Polres Bogor.
Setelah itu, kariernya berlanjut dengan jabatan Kapolres KP3 Tanjung Perak dan Kapolres Bojonegoro.
Widodo juga pernah menjabat Wakapolrestro Jakarta Barat.
5. Pengalaman di Bidang Reserse
Salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Widodo adalah pengalaman di bidang reserse.
Ia pernah dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus atau Dirreskrimsus Polda Kalimantan Barat.
Selanjutnya, Widodo menjabat Dirreskrimsus Polda Jawa Timur.
Pengalaman tersebut memberikan rekam jejak panjang dalam bidang penyidikan dan penanganan perkara yang menjadi bagian dari tugas kepolisian.
Ia kemudian dipercaya menjadi Penyidik Utama Tk. I Rowassidik Bareskrim Polri.
Widodo juga pernah menduduki jabatan Kabagbanhatkum Robankum Divkum Polri.
6. Pernah Bertugas di ATR/BPN
Sebelum kembali mendapat tugas memimpin Polda Jambi, Widodo juga memiliki pengalaman di luar struktur kepolisian.
Ia mendapat sejumlah penugasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional atau ATR/BPN.
Bidang yang ditanganinya berkaitan dengan konflik pertanahan, sengketa tanah dan pemberantasan mafia tanah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan karier Widodo yang berkaitan dengan persoalan pertanahan.
7. Jabatan di Kementerian ATR/BPN
Dalam perjalanan tugasnya di ATR/BPN, Widodo pernah dipercaya sebagai Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan.
Ia kemudian menjadi Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Penanganan Sengketa Konflik Tanah dan Ruang.
Pada 2024, Widodo juga mendapat tugas sebagai Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pemberantasan Mafia Tanah.
Pada 2025, ia tercatat sebagai Staf Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah.
8. Harta Kekayaan Irjen Widodo
Selain profil dan perjalanan karier, harta kekayaan Irjen Widodo menjadi salah satu informasi yang banyak dicari setelah penunjukannya sebagai Kapolda Jambi.
Berdasarkan data LHKPN periode 2025 yang dikutip dalam pemberitaan sebelumnya, total harta kekayaan Widodo tercatat Rp15.895.567.979.
Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 11 Juni 2026 ketika Widodo masih menjalankan tugas di Kementerian ATR/BPN.
Data tersebut merupakan laporan harta yang disampaikan oleh wajib LHKPN. KPK menjelaskan bahwa pengumuman LHKPN dapat diakses masyarakat melalui sistem e-LHKPN.
Dalam sistem tersebut, masyarakat dapat mencari laporan berdasarkan nama, tahun laporan dan instansi.
KPK juga menegaskan bahwa apabila terdapat perbedaan informasi dengan sumber lain, data pada e-Announcement LHKPN menjadi rujukan yang dianggap valid.
9. Aset yang Dilaporkan
Laporan kekayaan yang diberitakan sebelumnya menyebut aset Widodo terdiri dari beberapa kelompok harta.
Di antaranya berupa tanah dan bangunan, kendaraan, kas serta aset lainnya yang tercantum dalam laporan LHKPN.
Total nilai kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp15,89 miliar.
Pemberitaan tersebut juga menyebut Widodo tidak memiliki utang dalam laporan LHKPN periode tersebut.
Untuk menjaga akurasi, rincian setiap aset sebaiknya mengacu langsung pada dokumen e-LHKPN KPK, bukan hanya pada pemberitaan media.
10. Kenapa Profil Irjen Widodo Banyak Dicari?
Nama Irjen Widodo menjadi perhatian setelah pergantian Kapolda Jambi diumumkan pada 2 Oktober 2026.
Pencarian mengenai profil pejabat biasanya meningkat ketika terjadi mutasi jabatan strategis.
Informasi yang banyak dicari mencakup profil, usia, pendidikan, riwayat jabatan, pengalaman di kepolisian serta harta kekayaan.
Selain itu, pengalaman Widodo di bidang pertanahan membuat rekam jejaknya memiliki kaitan dengan isu hukum dan sengketa pertanahan.
11. Pergantian dari Irjen Krisno H. Siregar
Sebelum Widodo, posisi Kapolda Jambi dijabat Irjen Krisno H. Siregar.
Dalam mutasi terbaru, Krisno mendapat penugasan sebagai Pati Bareskrim Polri. Pergantian tersebut menjadi bagian dari mutasi 88 perwira tinggi Polri.
Polda Jambi menyampaikan apresiasi atas pengabdian Krisno selama memimpin Polda Jambi.
Pada saat yang sama, jajaran Polda Jambi menyatakan kesiapan mendukung kepemimpinan Widodo sebagai Kapolda baru.
12. Tugas Baru Irjen Widodo di Jambi
Sebagai Kapolda Jambi, Widodo akan memimpin organisasi kepolisian daerah yang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polda Jambi juga menangani berbagai persoalan hukum dan keamanan di wilayah provinsi.
Dengan pengalaman di bidang reserse, penyidikan serta pertanahan, perjalanan karier Widodo menjadi bagian penting dari profil pejabat baru tersebut.
Namun, penilaian mengenai kinerja kepemimpinannya di Jambi tentu membutuhkan waktu dan data setelah ia menjalankan tugasnya.
Bagi masyarakat, informasi mengenai Kapolda baru dapat menjadi referensi untuk mengetahui siapa pejabat yang kini memimpin Polda Jambi.
Kesimpulannya, Irjen Widodo membawa pengalaman panjang di bidang kepolisian, reserse dan pertanahan ke jabatan barunya sebagai Kapolda Jambi. Berdasarkan LHKPN periode 2025 yang diberitakan sebelumnya, total harta kekayaannya tercatat Rp15,89 miliar. (*)
Editor : Fanda Yosephta








