Otoritas Belanda Selidiki Roblox Terkait Risiko Gim Berbahaya bagi Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA- Otoritas perlindungan konsumen Belanda resmi membuka penyelidikan terhadap platform gim daring Roblox terkait potensi risiko yang dihadapi anak-anak. Investigasi ini menyoroti dugaan paparan konten kekerasan dan seksual terhadap pengguna di bawah umur, sekaligus kekhawatiran atas keamanan interaksi anak di dalam platform tersebut.

Laporan Al Jazeera, Lembaga pengawas konsumen Belanda, Netherlands Authority for Consumers and Markets (ACM), menyatakan penyelidikan ini akan mengkaji apakah Roblox telah melakukan upaya yang memadai untuk melindungi anak-anak di wilayah Uni Eropa. Proses pemeriksaan diperkirakan berlangsung hingga satu tahun ke depan.

ACM menilai Roblox kerap menjadi sorotan publik akibat munculnya laporan mengenai gim dengan muatan tidak pantas yang dapat diakses anak-anak. Selain itu, terdapat kekhawatiran terkait keberadaan orang dewasa dengan niat buruk yang menargetkan anak-anak melalui fitur komunikasi di dalam platform.

Baca Juga :  Kode Redeem MLBB Terbaru 21 April 2026, Klaim Skin & Hadiah Gratis Sekarang!

Isu lain yang turut diselidiki adalah dugaan penggunaan teknik manipulatif yang mendorong anak-anak melakukan pembelian dalam gim. ACM menyebut laporan-laporan tersebut cukup kuat untuk menjadi dasar dimulainya penyelidikan resmi atas kemungkinan pelanggaran aturan yang berlaku di Uni Eropa.

Dalam kerangka Uni Eropa, penyelidikan ini mengacu pada Digital Services Act (DSA) yang mewajibkan platform digital mengambil langkah proporsional dan efektif guna menjamin keamanan serta privasi anak di bawah umur.
Jika terbukti melanggar, ACM berwenang menjatuhkan sanksi berupa instruksi wajib, denda, hingga penalti tambahan. Sebelumnya, pada 2024, ACM juga menjatuhkan denda 1,1 juta euro kepada Epic Games, pengembang Fortnite, karena dinilai mengeksploitasi kerentanan anak melalui sistem pembelian dalam gim.
Menanggapi penyelidikan tersebut, pihak Roblox menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan DSA Uni Eropa. Perusahaan menyebut telah mengumumkan kebijakan verifikasi usia menggunakan pengenalan wajah sejak November lalu untuk membatasi komunikasi antara anak-anak dan orang dewasa.
Roblox juga menyatakan siap memberikan penjelasan rinci kepada ACM terkait berbagai kebijakan dan sistem pengamanan yang telah diterapkan. Penyelidikan ini menjadi perhatian luas karena dapat berdampak besar pada regulasi dan operasional platform gim daring yang banyak digunakan anak-anak di Eropa maupun global. (***)

Berita Terkait

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements
WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya
Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap
APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus
US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026
Ronaldo Cetak Rekor Baru
Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup
Guardiola Ungkap Masa Sulit di Man City
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 05:00 WIB

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements

Kamis, 3 September 2026 - 18:04 WIB

WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya

Selasa, 1 September 2026 - 19:12 WIB

Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:05 WIB

US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026

Berita Terbaru