Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Lonjakan utang Amerika Serikat kembali mengguncang pasar keuangan global. Nilai utang Negeri Paman Sam kini dilaporkan telah menembus US$39 triliun atau setara lebih dari Rp630 kuadriliun. Di tengah tekanan tersebut, Bitcoin justru disebut berpotensi memasuki fase “supercycle” baru yang bisa memicu kenaikan harga besar dalam jangka panjang.

Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah yield obligasi pemerintah Amerika Serikat terus mengalami kenaikan tajam. Yield Treasury AS tenor 30 tahun bahkan sempat menyentuh level 5,14%. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bahwa pasar mulai meragukan stabilitas fiskal dan kemampuan pemerintah AS mengendalikan utang jumbo mereka.

Analis BitMEX Research, Shang Wu, menilai lonjakan yield obligasi menunjukkan investor kini meminta imbal hasil lebih tinggi karena risiko ekonomi global dianggap meningkat. Obligasi pemerintah yang selama ini dikenal sebagai aset aman mulai kehilangan daya tarik di tengah ketidakpastian ekonomi dan ancaman inflasi berkepanjangan.

Menurut Wu, bank sentral kini berada dalam posisi sulit. Jika suku bunga tetap tinggi, biaya pembayaran bunga utang pemerintah bisa semakin membengkak. Namun jika likuiditas kembali diperbesar melalui pencetakan uang, nilai mata uang fiat seperti dolar AS berpotensi melemah lebih dalam.

Baca Juga :  Tips Sukses Jualan di Shopee, Kunci Laris Manis dan Tingkatkan Penjualan

Situasi tersebut membuat aset alternatif seperti Bitcoin dan emas mulai kembali diburu investor global. Bitcoin dinilai memiliki keunggulan karena suplai maksimalnya dibatasi hanya 21 juta koin sehingga dianggap lebih tahan terhadap inflasi dibanding mata uang konvensional.

Istilah “Bitcoin supercycle” sendiri mengacu pada fase kenaikan harga Bitcoin yang berlangsung lebih besar dan lebih panjang dibanding siklus bull market biasa. Beberapa analis percaya krisis utang global dapat menjadi pemicu utama perpindahan dana besar-besaran dari aset tradisional menuju aset digital dan safe haven.

Selain faktor utang, ketegangan geopolitik dunia dan kenaikan harga energi juga menjadi perhatian pasar. Konflik di Timur Tengah dinilai dapat memperburuk inflasi global dan membuat kebijakan bank sentral semakin sulit diprediksi. Tekanan ekonomi tersebut ikut memperkuat minat investor terhadap aset lindung nilai alternatif.

Baca Juga :  Saham SpaceX Melejit, Harga Bitcoin Bangkit! Investor Ramai Cari Peluang Cuan Baru

Meski prospeknya dinilai menarik, investor tetap diingatkan bahwa Bitcoin masih memiliki volatilitas sangat tinggi. Harga aset kripto dapat bergerak ekstrem dalam waktu singkat mengikuti sentimen pasar, kebijakan suku bunga, hingga perkembangan geopolitik global.

FAQ

Apa penyebab utang AS terus meningkat?
Utang AS naik akibat tingginya belanja pemerintah, bunga utang, stimulus ekonomi, dan defisit anggaran yang berlangsung bertahun-tahun.

Kenapa Bitcoin dihubungkan dengan krisis utang AS?
Karena Bitcoin dianggap memiliki suplai terbatas sehingga dinilai lebih tahan terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat.

Apa itu Bitcoin supercycle?
Bitcoin supercycle adalah fase kenaikan harga besar yang berlangsung lebih panjang dibanding siklus bullish normal.

Apakah Bitcoin aman untuk investasi jangka panjang?
Bitcoin memiliki potensi keuntungan tinggi, tetapi risikonya juga besar karena volatilitas harga sangat ekstrem.

Mengapa yield obligasi AS penting bagi pasar global?
Yield obligasi AS menjadi acuan utama pasar keuangan dunia dan memengaruhi arus modal, suku bunga, hingga harga aset global.

Berita Terkait

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026
Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya
Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 25 Agustus 2026 Tembus US$81 Ribu, BTC Masih Kuat atau Siap Koreksi?
BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun
Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:05 WIB

US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?

Berita Terbaru

Teknologi

5 Laptop Ringan untuk Kuliah 2026, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:07 WIB