Longsor Parah Lumpuhkan Jalur Air Dingin, Pengendara Sungai Penuh–Padang Terjebak Berjam-jam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH – Akses vital Sungai Penuh–Padang kembali lumpuh. Hujan deras yang mengguyur Solok dan Solok Selatan sejak semalam memicu longsor besar di kawasan Air Dingin, salah satu titik paling rawan di jalur penghubung dua provinsi itu. Arus kendaraan pun terhenti total hingga menjelang pagi.

Material longsor yang memenuhi badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tak bisa bergerak. Lampu-lampu kendaraan tampak mengular di tengah gelap, sementara sopir dan penumpang hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Kondisi ini kembali menegaskan rapuhnya jalur utama Sungai Penuh–Padang setiap kali cuaca ekstrem melanda.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Perintahkan Seluruh Kekuatan Nasional Tangani Banjir di Aceh–Sumut–Sumbar

“Kami terjebak longsor di Air Dingin semalam. Makanya sampai Sungai Penuh terlambat,” kata Mike, warga Sungai Penuh. Ia baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB, padahal normalnya ia sudah sampai pukul 05.00 WIB. “Tidak ada pilihan selain menunggu berjam-jam,” ujarnya.

Situasi tak jauh berbeda terjadi di Solok Selatan. Longsor juga menutup jalur utama yang biasa digunakan pengendara menuju Padang. Akibatnya, kendaraan dialihkan ke rute sempit di belakang Kantor Bupati Solok Selatan, jalur yang sejatinya tidak dirancang untuk menampung volume kendaraan besar.

“Kita diarahkan lewat jalur belakang kantor bupati. Padat, sempit, dan harus antre lama,” keluh seorang pengendara lain.

Baca Juga :  Siklon Tropis Narelle Picu Cuaca Ekstrem, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Hingga siang ini, petugas gabungan masih berupaya membersihkan material longsor di beberapa titik. Namun curah hujan yang belum sepenuhnya mereda membuat potensi longsor susulan tetap tinggi. Pengendara diminta menunda perjalanan malam hari dan memperhatikan imbauan petugas mengingat kondisi jalur masih labil.

Longsor kali ini menambah panjang daftar gangguan pada ruas penghubung Sungai Penuh–Padang, sebuah jalur strategis yang setiap tahun selalu diuji cuaca ekstrem, namun belum mendapatkan solusi penanganan permanen yang memadai.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?
Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor
Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik
Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Modal Hampir 2 Kali Lipat
GOR H. Agus Salim Direkonstruksi, Mahyeldi Pastikan Proyek Rp400 Miliar Berjalan Sesuai Rencana
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Selasa, 22 September 2026 - 01:04 WIB

Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh

Berita Terbaru