Sumbar Dapat Proyek Strategis! Jalur Kereta Api 248,5 Km Bakal Aktif Kembali, Ekonomi Daerah Berpotensi Melesat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto kembali menyiapkan langkah besar dalam pengembangan infrastruktur transportasi nasional. Salah satu kabar yang menjadi perhatian publik adalah rencana reaktivasi jalur kereta api nonaktif di Sumatera Barat sepanjang 248,5 kilometer yang dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kabar tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama Direksi . Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, menyebut provinsi tersebut menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dalam program pengembangan perkeretaapian nasional.

Reaktivasi jalur kereta api yang telah lama tidak beroperasi itu diharapkan mampu membuka konektivitas baru antarwilayah di Sumatera Barat. Kehadiran transportasi rel yang lebih optimal diyakini dapat mempercepat distribusi barang, memangkas biaya logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Selain memberikan manfaat bagi sektor perdagangan, proyek ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Dengan akses transportasi yang lebih mudah dan efisien, sejumlah destinasi unggulan di Sumatera Barat berpeluang menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga :  Hampir Seluruh Wilayah Sumbar Dilanda Longsor dan Banjir, Akses Transportasi Lumpuh di Banyak Titik

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan besar-besaran jaringan KRL di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Rencana tersebut mencakup perluasan layanan menuju wilayah Cikampek, Sukabumi hingga Cilegon guna mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, nyaman, aman, dan terjangkau. Penguatan jaringan kereta api dinilai mampu mengurangi kemacetan, menekan konsumsi bahan bakar, sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Sejumlah pengamat transportasi menilai bahwa investasi pada sektor perkeretaapian memiliki efek berganda yang cukup besar. Selain menciptakan lapangan kerja baru selama masa pembangunan, keberadaan jaringan kereta api juga dapat meningkatkan nilai investasi kawasan yang dilalui jalur tersebut.

Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, Sumatera Barat berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Indonesia. Reaktivasi jalur kereta api sepanjang 248,5 kilometer ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan aktivitas ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Trump Puji Prabowo di Board of Peace: “Saya Tak Ingin Melawannya”

FAQ

Berapa panjang jalur kereta api yang akan direaktivasi di Sumbar?
Panjang jalur yang direncanakan untuk direaktivasi mencapai 248,5 kilometer.

Apa manfaat utama reaktivasi jalur kereta api?
Meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Apakah hanya Sumbar yang mendapat pengembangan kereta api?
Tidak. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan jaringan KRL menuju Cikampek, Sukabumi, dan Cilegon.

Mengapa proyek ini penting bagi ekonomi daerah?
Karena dapat mempercepat distribusi barang, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendukung sektor pariwisata.

Kapan proyek ini akan dimulai?
Hingga saat ini belum diumumkan jadwal resmi pelaksanaan secara rinci oleh pemerintah.

 

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Pemkab Pessel Usulkan Kuota BBM 2027 Tak Turun, Solar 50.532 KL dan Pertalite 59.092 KL
Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?
Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor
Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik
Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Pemkab Pessel Usulkan Kuota BBM 2027 Tak Turun, Solar 50.532 KL dan Pertalite 59.092 KL

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Berita Terbaru