Langkah AS Tinggalkan PBB Kembali Ingatkan Mundurnya Indonesia pada 1965

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Keputusan pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari puluhan organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengguncang dinamika global.

Meski AS menegaskan tidak akan meninggalkan PBB secara penuh, kebijakan ini membuka kembali diskusi tentang hubungan negara dengan lembaga internasional — termasuk satu episode bersejarah yang pernah melibatkan Indonesia.

Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara di dunia yang pernah secara sukarela keluar dari PBB. Peristiwa tersebut terjadi pada 1965, saat tensi geopolitik di Asia Tenggara memanas.

Konteks Penarikan AS dari Organisasi Internasional

Pemerintahan Trump menilai sejumlah badan internasional di bawah PBB sudah tidak lagi mendukung prioritas politik dan kepentingan nasional Amerika. Karena itu, Washington menarik pendanaan dan keikutsertaan dari lebih dari 60 organisasi global.

Ini menandai salah satu perubahan paling besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap kerja sama multilateral pada era modern.

Indonesia 1965: Keputusan yang Menggemparkan Dunia

Baca Juga :  Lengkap! Penjelasan SKCK dan Cara Mengurus SKCK Online maupun Offline

Meski kebijakan AS saat ini menimbulkan kegaduhan, dunia pernah lebih dikejutkan oleh langkah Indonesia pada era Presiden Soekarno.

Pada 7 Januari 1965, Indonesia mengumumkan pengunduran diri dari PBB. Hingga kini, tidak ada negara lain yang mengikuti langkah serupa.

Akar persoalannya sudah muncul sejak awal 1960-an. Presiden Soekarno menilai pembentukan negara Malaysia oleh Inggris—yang menggabungkan Malaya, Sarawak, Sabah, dan Singapura—merupakan bentuk kolonialisme baru. Indonesia menolak keras penggabungan ini dan melancarkan Konfrontasi sebagai bentuk protes.

Ketegangan meningkat ketika pada awal 1965, PBB memilih Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan. Bagi Soekarno, keputusan ini membuktikan bahwa PBB tidak netral dan lebih berpihak pada kepentingan negara Barat.

Langkah Drastis Soekarno

Hanya berselang beberapa hari setelah Malaysia dilantik menjadi anggota Dewan Keamanan, Soekarno mengumumkan Indonesia keluar dari PBB. Surat resmi pengunduran diri dikirim pada 20 Januari 1965.

Keputusan itu membuat Sekjen PBB U Thant kebingungan. Pasalnya, piagam PBB tidak pernah mengatur adanya mekanisme keluar dari keanggotaan secara sukarela. Meski begitu, U Thant akhirnya menerima pernyataan Indonesia sambil menyampaikan penyesalan mendalam.

Baca Juga :  Prabowo Tawarkan Diri Jadi Mediator, Iran Beri Respons Positif

Kembali ke PBB Setelah Pergantian Kepemimpinan

Langkah Indonesia berada di luar PBB tidak berlangsung lama. Setelah transisi politik pada 1966, pemerintahan baru di bawah Presiden Soeharto mengubah arah kebijakan luar negeri dan menginginkan keterlibatan kembali dalam kerja sama internasional.

Pada 28 September 1966, Indonesia resmi diterima kembali menjadi anggota PBB tanpa syarat. Sejak saat itu, interaksi diplomatik RI dengan dunia internasional kembali normal.

Relevansi Kini

Ketika AS berupaya mengurangi keterlibatan dalam sebagian lembaga internasional, langkah tersebut kembali mengangkat perdebatan mengenai masa depan kerja sama multilateral.

Di sisi lain, kisah Indonesia pada 1965 tetap menjadi catatan penting: sebuah episode unik ketika satu negara memutuskan bahwa PBB tidak lagi mewakili kepentingannya — dan memilih jalan keluar.

Berita Terkait

Arab Saudi Umumkan Penyelenggara Haji Terbaik 2026, Terbaik Dari Negara Ini
Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota RI, Apakah Pembangunan IKN Berhenti? Ini Penjelasannya
Gaji Ke-13 ASN Cair Mulai Besok 2 Juni 2026! Cek Daftar Penerima, Nominal Lengkap, dan Siapa yang Tidak Kebagian
BGN Tegaskan Sasaran Utama MBG adalah Balita dan Ibu Hamil, Bukan Siswa Sekolah
Tim Film Pesta Babi Respons Sikap Mama Yasinta
Malaysia Lumpuh! Sistem Imigrasi Error, Ribuan Orang Terlantar di Perbatasan Singapura
Jadwal Libur Nasional Juni 2026 Resmi, Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Wajib Dicatat
Dana Netflix Rp178 Miliar Raib, Keanu Reeves Turun Tangan Bantu Carl Rinsch
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:00 WIB

Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota RI, Apakah Pembangunan IKN Berhenti? Ini Penjelasannya

Senin, 1 Juni 2026 - 15:05 WIB

Gaji Ke-13 ASN Cair Mulai Besok 2 Juni 2026! Cek Daftar Penerima, Nominal Lengkap, dan Siapa yang Tidak Kebagian

Senin, 1 Juni 2026 - 02:00 WIB

BGN Tegaskan Sasaran Utama MBG adalah Balita dan Ibu Hamil, Bukan Siswa Sekolah

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:03 WIB

Tim Film Pesta Babi Respons Sikap Mama Yasinta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:07 WIB

Malaysia Lumpuh! Sistem Imigrasi Error, Ribuan Orang Terlantar di Perbatasan Singapura

Berita Terbaru