Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif sejak awal sesi. Pada saat pembukaan, IHSG sempat menguat sekitar 0,30% atau naik kurang lebih 22 poin ke level 7.564. Kenaikan awal ini mencerminkan adanya sentimen positif dari pelaku pasar yang mencoba melakukan rebound setelah tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Namun, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa menit setelah pembukaan, IHSG mulai kehilangan momentum dan berbalik arah ke zona pelemahan. Sekitar pukul 09.05 WIB, indeks masih bertahan di area hijau tipis di level 7.555, sebelum akhirnya terkoreksi ke kisaran 7.536. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual di pasar masih cukup dominan.
Pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh kondisi perdagangan sebelumnya. Pada Rabu, 22 April 2026, IHSG ditutup melemah sebesar 0,24% di level 7.541. Pelemahan tersebut terjadi di tengah keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%, yang dinilai belum mampu memberikan dorongan signifikan bagi pasar saham.
Selain itu, tekanan dari investor asing masih menjadi salah satu faktor utama yang membebani indeks. Aksi jual bersih (net sell) investor asing tercatat mencapai lebih dari Rp1 triliun pada perdagangan sebelumnya. Tingginya volume transaksi yang didominasi aksi jual semakin mempertegas bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi.
Dari sisi global, sebenarnya sentimen pasar cenderung positif. Bursa saham di kawasan Asia hingga Wall Street dilaporkan menguat, didorong oleh kondisi geopolitik yang relatif stabil. Namun demikian, sentimen positif tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat IHSG, karena investor domestik masih bersikap hati-hati terhadap kondisi ekonomi dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Secara teknikal, analis menilai IHSG masih berada dalam fase rawan koreksi dalam jangka pendek. Level support diperkirakan berada di kisaran 7.351 hingga 7.488, sementara resistance berada di rentang 7.700 hingga 7.861. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, peluang untuk rebound tetap terbuka. Sebaliknya, jika menembus ke bawah level tersebut, tekanan koreksi berpotensi berlanjut.
Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham direkomendasikan analis sebagai pilihan menarik. Saham sektor perbankan seperti BMRI dan BBYB dinilai masih memiliki prospek yang baik. Selain itu, saham konsumer dan teknologi seperti ACES dan GOTO juga menjadi perhatian. Dari sektor energi dan komoditas, saham BUMI turut dinilai memiliki potensi pergerakan seiring dinamika harga global.
Dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, pelaku pasar disarankan untuk lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi. Strategi jangka pendek seperti trading cepat (scalping) dinilai lebih relevan dalam situasi saat ini, sementara investor jangka panjang dapat mempertimbangkan akumulasi bertahap pada saham-saham dengan fundamental yang kuat. Pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dinamis sepanjang hari, mengikuti perkembangan sentimen global dan domestik.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)
1. IHSG hari ini naik atau turun?
IHSG sempat menguat di awal perdagangan, namun kemudian berbalik melemah sehingga bergerak fluktuatif.
2. Mengapa IHSG hari ini turun?
Dipengaruhi oleh tekanan jual investor asing, aksi ambil untung (profit taking), serta sentimen domestik yang masih lemah.
3. Berapa level IHSG hari ini?
IHSG berada di kisaran 7.536 hingga 7.564 pada sesi pagi perdagangan.
4. Saham apa yang menarik hari ini?
Beberapa saham yang direkomendasikan analis antara lain BMRI, BBYB, ACES, GOTO, dan BUMI.
5. Apakah IHSG berpotensi naik kembali?
Masih berpeluang naik jika mampu bertahan di atas level support sekitar 7.500.









