IHSG Melemah Tajam, Aksi Jual Asing Semakin Menekan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTAIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis (11/12/2025). Pelemahan indeks disebut berkaitan erat dengan aksi jual yang dilakukan investor asing sejak perdagangan sebelumnya.

Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menuturkan bahwa tekanan jual asing telah terlihat sejak awal pekan dan masih berlanjut hingga sesi perdagangan hari ini.

“Investor asing melakukan net sell sejak kemarin, dan ada indikasi tekanan jual itu masih berlanjut di sesi hari ini,” ungkap Reydi kepada Liputan6.com.

Tekanan Jual Makin Berat, Bluechip Jadi Sasaran

Baca Juga :  Bunga Deposito Terbaru 2026: BRI Paling Tinggi, Mandiri dan BNI Segini

Secara teknikal, IHSG juga berada dalam fase jenuh beli yang cukup panjang, sehingga rentan terkoreksi. Reydi menyebut saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks.

“Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh aksi jual pada saham perbankan big caps, serta sejumlah saham konglomerasi yang ikut melemah,” jelasnya.

Ia menambahkan, koreksi pasar setelah pemangkasan suku bunga The Fed menjadi wajar karena sebagian pelaku pasar sudah melakukan aksi antisipatif lebih awal. Momentum ini akhirnya dimanfaatkan untuk profit taking.

Peluang Rebound Menjelang Akhir Tahun

Baca Juga :  Selat Hormuz Ditutup Sementara, Harga Minyak Dunia Waspada, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Meski turun dalam jangka pendek, prospek IHSG menuju akhir tahun disebut masih terbuka positif. Beberapa faktor dinilai mampu menjadi katalis, seperti:

Sinyal pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI)

Stabilnya nilai tukar Rupiah

Arus dana asing yang mereda dari aksi jual

Kesiapan dana institusi domestik menopang pasar

Reydi turut menegaskan bahwa periode window dressing di akhir tahun berpotensi mendorong indeks kembali naik.

“Menjelang window dressing, kemungkinan besar IHSG berpeluang rebound. Sektor-sektor seperti perbankan, konsumer, dan ritel patut dicermati,” pungkasnya.(***)

Berita Terkait

Top Up DANA Offline Terbaru 2026
Harga BBM Non Subsidi Naik 2026? Ini Penyebab, Dampak, dan Prediksi Terbaru Hari Ini
IHSG Hari Ini Menguat ke 7.634, Sektor Properti Jadi Motor Utama di Tengah Transaksi Rp15,59 Triliun
Tips Aman Belanja di Shopee Mall, Dijamin Original dan Anti Penipuan
Rupiah 17 April 2026 Tembus Rekor Terendah Rp17.185 per Dolar AS — Apa Dampaknya bagi Investor 2026?
Cara Transfer DANA Aman Tanpa Risiko, Ini Tips Anti Penipuan
Top Malaysia Car Insurance 2026: Types, Top Companies & Smart Buying Guide
Tren Fashion Wanita Shopee 2026, Gaya Korea dan Chic Paling Dicari
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:00 WIB

Top Up DANA Offline Terbaru 2026

Jumat, 17 April 2026 - 20:59 WIB

Harga BBM Non Subsidi Naik 2026? Ini Penyebab, Dampak, dan Prediksi Terbaru Hari Ini

Jumat, 17 April 2026 - 18:33 WIB

IHSG Hari Ini Menguat ke 7.634, Sektor Properti Jadi Motor Utama di Tengah Transaksi Rp15,59 Triliun

Jumat, 17 April 2026 - 18:02 WIB

Tips Aman Belanja di Shopee Mall, Dijamin Original dan Anti Penipuan

Jumat, 17 April 2026 - 16:28 WIB

Rupiah 17 April 2026 Tembus Rekor Terendah Rp17.185 per Dolar AS — Apa Dampaknya bagi Investor 2026?

Berita Terbaru

Ekonomi

Top Up DANA Offline Terbaru 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 23:00 WIB