Jakarta – Pasar aset kripto kembali menunjukkan pergerakan yang menarik pada Minggu (31/5/2026). Setelah sempat mengalami tekanan akibat sentimen global dan aksi ambil untung investor, sejumlah aset digital utama mulai menunjukkan pemulihan. Bitcoin (BTC) berhasil mempertahankan posisinya di atas level Rp1,31 miliar, sementara Binance Coin (BNB) menjadi sorotan setelah mencatat lonjakan harga dua digit dalam sehari.
Kondisi ini memberikan optimisme baru bagi investor yang sebelumnya khawatir terhadap tekanan pasar akibat arus keluar dana dari ETF Bitcoin Spot serta ketegangan geopolitik yang sempat memicu aksi jual di berbagai instrumen investasi berisiko. Meski volatilitas masih tinggi, sebagian analis menilai pasar kripto mulai memasuki fase konsolidasi yang lebih sehat menjelang Juni 2026.
Berdasarkan pantauan dari berbagai platform perdagangan aset digital, Bitcoin diperdagangkan di kisaran Rp1.309.000.000 hingga Rp1.313.700.000. Harga tersebut menunjukkan pemulihan dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika aset kripto terbesar di dunia itu mengalami koreksi akibat sentimen makroekonomi global. Stabilnya Bitcoin di atas level psikologis Rp1,3 miliar menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar yang menunggu arah pergerakan berikutnya.
Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) juga menunjukkan performa yang relatif stabil. Kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar itu bergerak di kisaran Rp35.400.000 hingga Rp35.980.000. Ethereum masih menjadi pilihan utama investor yang mencari eksposur terhadap ekosistem blockchain dan keuangan terdesentralisasi atau DeFi yang terus berkembang sepanjang tahun ini.
Sorotan utama pasar hari ini tertuju pada Binance Coin atau BNB. Aset digital yang menjadi bagian penting dari ekosistem Binance tersebut melonjak hingga sekitar 11 hingga 12 persen dan diperdagangkan di level Rp12.650.000. Kenaikan ini menjadikan BNB sebagai salah satu aset dengan performa terbaik di antara kripto berkapitalisasi besar dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan BNB tidak terjadi tanpa alasan. Sentimen positif datang setelah peluncuran ETF spot BNB pertama yang mulai diperdagangkan di Amerika Serikat. Kehadiran instrumen investasi baru tersebut dinilai membuka peluang masuknya dana institusi yang lebih besar ke dalam aset kripto tersebut. Investor melihat langkah ini sebagai sinyal bahwa adopsi aset digital oleh lembaga keuangan tradisional terus meningkat.
Di sisi lain, stablecoin Tether (USDT) tetap bergerak stabil mengikuti nilai tukar dolar Amerika Serikat. Harga USDT berada di kisaran Rp17.737 hingga Rp17.771 per koin. Stabilitas USDT membuat aset ini masih menjadi pilihan utama trader untuk menyimpan dana sementara saat pasar mengalami volatilitas tinggi.
Meski pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, investor masih perlu mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga kripto dalam beberapa pekan ke depan. Salah satunya adalah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar global. Selain itu, perkembangan geopolitik dan arus dana masuk maupun keluar dari ETF kripto juga berpotensi memicu fluktuasi harga yang signifikan.
Kabar positif lainnya datang dari meningkatnya adopsi aset digital dalam kehidupan sehari-hari. Data terbaru menunjukkan nilai transaksi menggunakan kartu pembayaran berbasis kripto secara global telah mendekati USD 600 juta per bulan sepanjang 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kripto tidak lagi terbatas sebagai instrumen investasi, tetapi mulai digunakan sebagai alat pembayaran untuk berbagai kebutuhan konsumen.
Tren adopsi yang terus meningkat menjadi salah satu faktor yang menjaga optimisme investor terhadap masa depan industri aset digital. Semakin banyak perusahaan, platform pembayaran, hingga institusi keuangan yang mulai menyediakan layanan berbasis blockchain dan kripto. Kondisi ini diyakini dapat memperkuat fondasi pasar dalam jangka panjang meskipun volatilitas jangka pendek masih sering terjadi.
Memasuki bulan Juni 2026, pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda penting yang berpotensi menjadi katalis baru bagi pergerakan harga kripto. Mulai dari data inflasi Amerika Serikat, perkembangan regulasi aset digital di berbagai negara, hingga peluncuran produk investasi baru yang berhubungan dengan kripto. Jika sentimen positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin dan sejumlah altcoin utama kembali menguji level harga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Daftar Harga Kripto Hari Ini 31 Mei 2026
- Bitcoin (BTC): Rp1.309.000.000 – Rp1.313.700.000
- Ethereum (ETH): Rp35.400.000 – Rp35.980.000
- Binance Coin (BNB): sekitar Rp12.650.000
- Tether (USDT): Rp17.737 – Rp17.771
FAQ
Berapa harga Bitcoin hari ini 31 Mei 2026?
Bitcoin diperdagangkan di kisaran Rp1.309.000.000 hingga Rp1.313.700.000 per koin.
Mengapa harga BNB naik signifikan?
Kenaikan BNB dipicu sentimen positif dari peluncuran ETF spot BNB yang mulai diperdagangkan di Amerika Serikat.
Apakah Ethereum ikut naik?
Ethereum bergerak stabil di kisaran Rp35,4 juta hingga Rp35,98 juta dan masih menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar.
Berapa harga USDT hari ini?
USDT berada di kisaran Rp17.737 hingga Rp17.771 mengikuti pergerakan nilai tukar dolar AS.
Apa faktor yang memengaruhi harga kripto saat ini?
Beberapa faktor utama meliputi kebijakan suku bunga global, arus dana ETF kripto, kondisi geopolitik, serta tingkat adopsi aset digital di berbagai negara. (Tim)









