SUNGAIPENUH-Harga emas perhiasan kadar 98 persen di Kota Padang dan Kota Sungai Penuh terpantau mengalami penurunan tajam dalam dua hari terakhir. Penurunan ini cukup signifikan dan langsung menjadi perhatian masyarakat, terutama calon pembeli emas perhiasan dengan kadar tinggi.
Berdasarkan pantauan di salah satu toko emas di Kota Padang pada Sabtu, 31 Januari 2026, harga emas 98 persen turun drastis dari sebelumnya Rp7.250.000 per 2,5 gram pada Kamis (29/1) menjadi Rp6.450.000 per 2,5 gram. Penurunan tersebut terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
Kondisi serupa juga terpantau di Kota Sungai Penuh. Harga emas perhiasan kadar 98 persen di wilayah ini berada pada kisaran Rp6.400.000 hingga Rp6.500.000 per 2,5 gram, mengikuti tren penurunan yang terjadi di Padang dan daerah sekitarnya.
Dengan demikian, selisih penurunan harga emas mencapai sekitar Rp800.000 hanya dalam kurun waktu dua hari. Harga yang tercatat tersebut merupakan harga emas murni perhiasan dan belum termasuk ongkos atau upah pembuatan yang biasanya ditetapkan secara terpisah oleh masing-masing toko emas.
Sejumlah pedagang emas di Padang dan Sungai Penuh menyebutkan bahwa fluktuasi harga dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia serta kondisi pasar domestik. Selain itu, nilai tukar rupiah dan tren permintaan masyarakat turut memengaruhi harga jual emas perhiasan di tingkat lokal.
Penurunan harga ini dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mulai mempertimbangkan pembelian emas, khususnya perhiasan dengan kadar tinggi seperti emas 98 persen. Meski demikian, pedagang tetap mengingatkan pembeli agar memperhitungkan ongkos pembuatan serta tujuan pembelian, apakah untuk investasi jangka panjang atau sekadar pemakaian.
Di sisi lain, sebagian konsumen memilih bersikap menunggu dengan harapan harga emas kembali turun dalam beberapa hari ke depan. Fluktuasi harga yang cukup tajam membuat masyarakat lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi jual beli emas perhiasan.
Pantauan harga emas di tingkat lokal diperkirakan masih akan bergerak dinamis seiring perkembangan harga emas global dan sentimen ekonomi dunia, sehingga masyarakat diimbau terus memantau pergerakan harga sebelum mengambil keputusan.
Editor : Fanda Yosephta









