Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Masyarakat Indonesia berpeluang menyaksikan fenomena langit spektakuler pada 3 Maret 2026 mendatang. Pada tanggal tersebut, diprediksi akan terjadi gerhana bulan total yang membuat Bulan tampak berwarna merah gelap di langit malam.

Informasi prakiraan ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut menjelaskan bahwa gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam posisi segaris. Akibatnya, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi atau umbra.

Proses Terjadinya Blood Moon

Meski tertutup bayangan Bumi, Bulan tidak sepenuhnya gelap. Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi akan dibiaskan dan menghasilkan spektrum warna kemerahan. Fenomena inilah yang dikenal sebagai blood moon.

Baca Juga :  Kedaulatan Digital: Model China vs Amerika Serikat

Secara ilmiah, warna merah muncul karena atmosfer Bumi lebih banyak membiaskan cahaya dengan panjang gelombang merah dibandingkan warna lainnya.

Aman Diamati Tanpa Alat Khusus

Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana bulan total aman dilihat secara langsung tanpa alat pelindung mata. Namun, penggunaan teleskop atau kamera dengan lensa tele dapat membantu mendapatkan detail visual yang lebih jelas.

Baca Juga :  Anggaran Resmi Sapi Kurban Prabowo 2026 Rp 100 Miliar, Industri Peternakan Lokal Diprediksi Ketiban Untung Besar

Fenomena ini diperkirakan dapat terlihat dari berbagai daerah di Indonesia, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan langit tidak tertutup awan.

Imbauan dan Nilai Religius

BMKG mengajak masyarakat memanfaatkan momen ini sebagai sarana edukasi, terutama bagi pelajar dan komunitas pengamat langit.

Bagi umat Islam, gerhana bulan juga menjadi momentum untuk melaksanakan salat khusuf sebagai bentuk refleksi dan ibadah.

Informasi mengenai waktu mulai, puncak, hingga akhir gerhana akan diperbarui mendekati tanggal kejadian sesuai data astronomi dan prakiraan cuaca terkini.

Berita Terkait

Kemendagri dan KPK Bentuk Tim Gabungan Cegah Korupsi di Pemda, Ini Tugas dan Sasarannya
Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Resmi Dilantik, Ini Profil Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru
Kabar Gembira untuk ASN! BKN Uji Coba Program Kerja Dekat Rumah, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat
Fakta Video Viral Menkeu Purbaya Berkunjung ke Gonilan Sukoharjo
DJP Libatkan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Ini Isi Lengkap Surat Edaran SE-8/PJ/2026
Yusril Jelaskan Mengapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Presiden Prabowo Jawab Kritik MBG, Singgung Kebocoran Kekayaan Negara
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37 WIB

Kemendagri dan KPK Bentuk Tim Gabungan Cegah Korupsi di Pemda, Ini Tugas dan Sasarannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:05 WIB

Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:05 WIB

Resmi Dilantik, Ini Profil Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:55 WIB

Kabar Gembira untuk ASN! BKN Uji Coba Program Kerja Dekat Rumah, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:00 WIB

Fakta Video Viral Menkeu Purbaya Berkunjung ke Gonilan Sukoharjo

Berita Terbaru

Teknologi

Apple Siapkan Mode Pengunci Khusus iPhone yang Tunggak Cicilan

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:00 WIB