Pasal Perzinaan Digugat 11 Mahasiswa ke MK, Ini Alasannya!

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Sebanyak 11 mahasiswa dari Universitas Terbuka resmi mengajukan permohonan uji materi terhadap Pasal 411 ayat (2) KUHP ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menilai aturan mengenai perzinaan dalam KUHP baru memunculkan perlakuan hukum yang tidak seimbang dan berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi warga negara.

Dalam sidang perdana yang digelar pada Rabu (14/1/2026), kuasa hukum pemohon, Zico Leonard Djagardo, menjelaskan bahwa pasal tersebut dianggap memberi batasan berbeda antara individu yang telah menikah dan yang belum menikah dalam pengajuan pengaduan.

“Ketentuan ini secara tidak langsung merugikan pihak yang belum menikah karena negara sendiri menciptakan hambatan administratif dalam proses perkawinan. Ini bertentangan dengan Pasal 28B ayat (1) UUD 1945,” tegas Zico di hadapan majelis hakim MK.

Dua Standar Pengaduan Dipersoalkan Mahasiswa

Baca Juga :  Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi

Mahasiswa mempersoalkan mekanisme pengaduan yang dibedakan berdasarkan status perkawinan:

Jika terikat pernikahan, hanya pasangan sah yang dapat membuat laporan.

Jika belum menikah, pihak pelapor dapat berasal dari orang tua atau anak.

Menurut para pemohon, pengaturan tersebut bisa menimbulkan intervensi berlebihan negara pada kehidupan privat warganya. Bahkan, mereka menilai hal ini membuka ruang bagi penyalahgunaan pengaduan yang bisa berdampak pada kebebasan berekspresi.

Salah satu pemohon, Valentina Ryan, mengatakan bahwa norma tersebut tidak memberikan kejelasan dan dapat menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat.

“Unsur-unsur dalam pasal itu tidak memberikan kepastian. Dampaknya dapat menciptakan chilling effect bagi kebebasan akademik maupun ruang komunikasi kami,” jelas Valentina.

Mahasiswa Minta MK Menyatakan Pasal Tidak Mengikat

Dalam permohonannya, para mahasiswa meminta Mahkamah Konstitusi untuk menyatakan Pasal 411 ayat (2) KUHP bertentangan dengan UUD 1945, serta menyatakannya tidak lagi memiliki kekuatan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum terhadap Rismon Sianipar

Mereka juga menuding bahwa pasal ini bertentangan dengan sejumlah putusan MK yang sebelumnya menegaskan batasan keterlibatan negara dalam mengatur wilayah privat warga negara.

Hakim MK Soroti Lemahnya Dasar Teoritis Pemohon

Hakim MK, Ridwan Mansyur, memberikan catatan kepada para pemohon agar memperjelas argumentasi serta memperkuat referensi hukum yang digunakan.

“Perlu diperhatikan kembali sumber pustaka maupun dasar argumentasinya. Pastikan uraian yang disampaikan ada hubungan yang jelas antara posita dan petitum,” ujar Ridwan saat memberikan nasihat di ruang sidang.

Mahkamah memberikan waktu 14 hari agar para pemohon melakukan revisi terhadap berkas permohonan sebelum agenda persidangan dilanjutkan.

Berita Terkait

DJP Libatkan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Ini Isi Lengkap Surat Edaran SE-8/PJ/2026
Yusril Jelaskan Mengapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Presiden Prabowo Jawab Kritik MBG, Singgung Kebocoran Kekayaan Negara
Pesan Menyentuh Kepala BKN untuk ASN, Zudan: Jutaan Pengabdian Menjaga Indonesia
Tak Perlu Lagi Surat RT/RW untuk Urus Dokumen Kependudukan, Cek Daftarnya
PPPK 2026 Masuk Tahap CAT, Ini Jadwal, Lokasi, Dokumen, dan Aturan Lengkap dari BKN
Resmi! ASN Kini Boleh Naik Pangkat Melebihi Atasan, Ini Aturan Terbaru BKN 2026
TASPEN Salurkan JKK Rp832 Juta kepada Ahli Waris PPPK, Begini Penjelasannya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:05 WIB

DJP Libatkan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Ini Isi Lengkap Surat Edaran SE-8/PJ/2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:25 WIB

Yusril Jelaskan Mengapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:02 WIB

Presiden Prabowo Jawab Kritik MBG, Singgung Kebocoran Kekayaan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 00:11 WIB

Pesan Menyentuh Kepala BKN untuk ASN, Zudan: Jutaan Pengabdian Menjaga Indonesia

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:00 WIB

Tak Perlu Lagi Surat RT/RW untuk Urus Dokumen Kependudukan, Cek Daftarnya

Berita Terbaru