DENPASAR — Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali berdampak terhadap perjalanan udara di Indonesia. Sebanyak 108 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat mengalami pembatalan dan/atau penyesuaian jadwal hingga Senin, 7 September 2026.
Dampaknya cukup besar. Sekitar 13.000 penumpang terkena imbas gangguan penerbangan tersebut, terdiri dari sekitar 4.400 penumpang rute kedatangan dan 8.700 penumpang rute keberangkatan.
Meski demikian, operasional Bandara Ngurah Rai secara umum masih berjalan normal untuk penerbangan domestik maupun internasional.
108 Penerbangan Dibatalkan
Data pengelola Bandara Ngurah Rai menunjukkan gangguan penerbangan terjadi pada periode Minggu, 6 September 2026 pukul 07.00 WITA hingga Senin, 7 September 2026 pukul 11.00 WITA.
Rute yang terdampak terutama penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, serta Bandara Husein Sastranegara.
Penerbangan menuju Bali
- CGK–DPS: 43 penerbangan dibatalkan
- HLP–DPS: 5 penerbangan dibatalkan
- BDO–DPS: 3 penerbangan dibatalkan
Penerbangan dari Bali
- DPS–CGK: 51 penerbangan dibatalkan
- DPS–HLP: 3 penerbangan dibatalkan
- DPS–BDO: 3 penerbangan dibatalkan
Jika dijumlahkan, terdapat 108 penerbangan yang mengalami pembatalan pada data tersebut.
13.000 Penumpang Terdampak
Gangguan penerbangan ini turut berdampak langsung kepada ribuan calon penumpang.
Sekitar 13.000 penumpang terdampak, dengan rincian sekitar:
- 4.400 penumpang penerbangan kedatangan
- 8.700 penumpang penerbangan keberangkatan
Pengelola bandara bersama maskapai terus melakukan pembaruan jadwal dan penanganan penumpang yang sudah berada di terminal. Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik.
Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Bali diminta tidak langsung berangkat ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya.
Penumpang disarankan melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai karena jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti kondisi ruang udara dan perkembangan aktivitas vulkanik.
Bandara Ngurah Rai juga menyiapkan layanan service recovery berupa makanan ringan dan minuman bagi penumpang penerbangan terdampak yang telah berada di terminal.
Untuk informasi kebandarudaraan, layanan Contact Center InJourney Airports 172 juga dapat digunakan oleh calon penumpang.
Apakah Bandara Ngurah Rai Ditutup?
Tidak. Berdasarkan pembaruan hingga Senin, 7 September 2026 pukul 11.00 WITA, operasional Bandara Ngurah Rai secara umum masih berjalan normal. Gangguan terutama berupa pembatalan dan penyesuaian sejumlah penerbangan pada rute tertentu.
Karena kondisi penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu, calon penumpang sebaiknya mengecek informasi terbaru langsung dari maskapai sebelum menuju bandara.
Update Penting
Situasi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi ruang udara. Karena itu, informasi mengenai status penerbangan pada pagi hari belum tentu sama dengan jadwal beberapa jam kemudian.
Artikel ini diperbarui berdasarkan informasi yang tersedia pada Senin, 7 September 2026. (*)
Editor : Fanda Yosephta









