Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam jalur aman dan stabil di tengah tekanan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan ekonomi nasional tidak berada dalam situasi krisis seperti yang pernah terjadi pada Krisis Moneter 1998.

Dalam pemaparannya, Airlangga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 5,11 persen. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa terbaik di forum G20, hanya berada di bawah India.

Untuk tahun 2026, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi bisa menembus 5,3 persen. Bahkan, pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan diperkirakan mampu mencapai kisaran 5,5 persen, menunjukkan tren pemulihan dan ekspansi ekonomi yang konsisten.

Dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dijaga dalam kondisi sehat. Defisit anggaran berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang menandakan disiplin fiskal tetap terjaga dibandingkan banyak negara lain.

Baca Juga :  BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Segini Tambahan Cicilan KPR per Bulan

Ketahanan ekonomi Indonesia juga didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, menyumbang lebih dari 50 persen terhadap PDB. Selain itu, sektor pangan dan energi menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah mencatat capaian swasembada beras sejak 2025 sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Sementara di sektor energi, pengembangan biodiesel hingga energi terbarukan terus diperkuat untuk mengurangi ketergantungan impor.

Di tingkat global, lembaga seperti International Monetary Fund dan World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia hanya di kisaran 2,6 hingga 3,3 persen. Hal ini membuat Indonesia berada di posisi relatif lebih unggul.

Dengan cadangan devisa yang kuat, rasio utang terjaga di sekitar 40 persen terhadap PDB, serta risiko resesi yang rendah, pemerintah yakin ekonomi Indonesia tetap tangguh. Airlangga menegaskan bahwa struktur ekonomi saat ini jauh lebih siap menghadapi gejolak dibandingkan era krisis 1998.

Baca Juga :  Utang Pemerintah Tembus Rp 9.637,9 T di Akhir 2025

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026?

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai lebih dari 5,3 persen pada 2026.

2. Apakah Indonesia terancam krisis seperti 1998?

Tidak. Pemerintah menegaskan kondisi ekonomi saat ini jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis 1998.

3. Apa faktor utama yang menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil?

Konsumsi domestik kuat, ketahanan pangan dan energi, serta pengelolaan APBN yang disiplin.

4. Bagaimana posisi Indonesia dibanding negara lain?

Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di G20, hanya kalah dari India.

5. Apakah risiko resesi tinggi di Indonesia?

Tidak. Risiko resesi Indonesia diperkirakan sangat rendah, sekitar 5 persen. (Tim)

Berita Terkait

DJP Kirim 317.923 Email ke Wajib Pajak, Pelapor SPT Nihil Jadi Sorotan
Rupiah Ditutup Melemah 28 Juli 2026 ke Rp17.962 per Dolar AS Jelang FOMC The Fed, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS
Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang
Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi
Meta Resmi Luncurkan Aplikasi Seller, Tantang Dominasi Shopee dan TikTok Shop
Kemendagri dan KPK Bentuk Tim Gabungan Cegah Korupsi di Pemda, Ini Tugas dan Sasarannya
Harga BBM Pertamina 24 Juli 2026, Shell, Vivo, dan BP Terbaru: Cek Daftar Lengkap Semua Jenis Bahan Bakar
Investor Asing Berbalik Net Buy di BEI, Saham BUMI Jadi Buruan Utama
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

Rupiah Ditutup Melemah 28 Juli 2026 ke Rp17.962 per Dolar AS Jelang FOMC The Fed, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:05 WIB

Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:06 WIB

Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Aplikasi Seller, Tantang Dominasi Shopee dan TikTok Shop

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37 WIB

Kemendagri dan KPK Bentuk Tim Gabungan Cegah Korupsi di Pemda, Ini Tugas dan Sasarannya

Berita Terbaru