Dolar AS Tembus Rp17.600, Harga Barang Diprediksi Naik: Warga Desa Ikut Terdampak Rupiah Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian publik setelah kurs dolar menembus level Rp17.600. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok, biaya hidup, hingga ancaman perlambatan ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat hingga ke pedesaan.

Sejumlah ekonom menilai dampak melemahnya rupiah tidak hanya dirasakan pelaku bisnis besar atau importir, tetapi juga masyarakat desa yang selama ini dianggap tidak bertransaksi menggunakan dolar AS. Kenaikan harga barang impor dan bahan baku disebut akan berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan pelemahan rupiah akan memicu kenaikan harga berbagai barang yang digunakan masyarakat desa, mulai dari LPG, pupuk, kendaraan bermotor, hingga perangkat elektronik rumah tangga.

Menurut Bhima, ekonomi Indonesia saat ini sudah terhubung erat dengan sistem global sehingga perubahan kurs dolar otomatis memengaruhi harga barang di dalam negeri. Bahkan sektor pertanian pun dinilai rentan terdampak karena banyak pupuk dan komponen produksi masih bergantung pada impor.

Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi nasional. Ketika harga kebutuhan pokok naik, daya beli masyarakat bisa ikut melemah. Dampak ini dinilai paling berat dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk warga desa dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga :  Tegas! Prabowo Minta Praktik Tambang Ilegal Dihentikan Total

Selain harga barang, pelemahan rupiah juga dikhawatirkan berdampak pada lapangan pekerjaan. Jika tekanan ekonomi global terus berlangsung, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri dan manufaktur dapat meningkat. Situasi itu berpotensi memicu arus pekerja kembali ke desa tanpa penghasilan tetap.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai pelemahan rupiah bisa memicu kenaikan harga BBM, pakan ternak, obat-obatan, hingga bahan pangan olahan. Menurutnya, efek depresiasi rupiah biasanya mulai terasa dalam satu hingga dua kuartal setelah kurs mengalami tekanan berat.

Ia menjelaskan pasar keuangan sangat sensitif terhadap persepsi stabilitas ekonomi. Jika investor melihat tekanan terhadap rupiah terus meningkat, permintaan dolar AS akan naik dan membuat kurs semakin melemah. Situasi tersebut dikenal sebagai self-fulfilling depreciation atau pelemahan yang terjadi karena ekspektasi pasar itu sendiri.

Pengamat ekonomi juga mengingatkan pentingnya reformasi struktural agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor pangan dan energi. Ketergantungan impor membuat gejolak kurs dolar cepat memengaruhi harga barang di dalam negeri.

Di tengah kondisi ini, masyarakat diimbau mulai mengatur pengeluaran secara lebih bijak. Kenaikan harga barang impor diperkirakan akan memengaruhi berbagai sektor, termasuk elektronik, otomotif, bahan pangan, hingga kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Daftar Pinjol Resmi OJK April 2026: 95 Platform Legal, Cek Sebelum Pinjam

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi global sangat memengaruhi kondisi domestik. Meski masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam transaksi sehari-hari, dampak kurs tetap terasa melalui kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang semakin mahal.

FAQ

Kenapa rupiah melemah terhadap dolar AS?

Pelemahan rupiah dipengaruhi berbagai faktor seperti kondisi ekonomi global, kenaikan suku bunga AS, arus modal keluar, hingga meningkatnya permintaan dolar AS.

Apakah warga desa ikut terdampak dolar naik?

Ya. Harga barang seperti pupuk, LPG, elektronik, kendaraan, hingga bahan pangan bisa naik karena banyak menggunakan bahan baku impor.

Barang apa saja yang berpotensi naik harga?

Barang elektronik, BBM, pupuk, pakan ternak, obat-obatan, hingga kebutuhan rumah tangga berpotensi mengalami kenaikan harga.

Apa dampak pelemahan rupiah bagi masyarakat?

Dampaknya antara lain inflasi meningkat, daya beli turun, harga kebutuhan pokok naik, serta ancaman PHK di beberapa sektor industri.

Bagaimana cara menghadapi kondisi rupiah melemah?

Masyarakat disarankan mengatur pengeluaran, mengurangi konsumsi tidak prioritas, dan meningkatkan tabungan darurat untuk menghadapi potensi kenaikan harga. (Tim)

Berita Terkait

Usia 50 Tahun Harus Punya Tabungan Berapa? Ini Target Ideal Menurut Pakar
Berapa Modal Buka Alfamart Sendiri? Cek Biaya Franchise dan Keuntungan 2026
iPad 9 Masih Layak Dibeli di 2026, Ini Keunggulannya
Dolar AS Melejit ke Rp17.600, Strategi Ekonomi Habibie Kembali Jadi Sorotan Publik
Cara Menggunakan ShopeePay untuk Belanja Grosir Online dan Offline
Telat Tebus Emas di Pegadaian? Simak Proses Lelang dan Cara Perpanjang Gadai
Cara menukar DANA Points terbaru 2026, Ini Langkah – Langkahnya
Daftar Tabungan Bunga Tinggi di Indonesia, Cocok untuk Menabung dan Investasi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 09:01 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.600, Harga Barang Diprediksi Naik: Warga Desa Ikut Terdampak Rupiah Melemah

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:02 WIB

Usia 50 Tahun Harus Punya Tabungan Berapa? Ini Target Ideal Menurut Pakar

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:00 WIB

Berapa Modal Buka Alfamart Sendiri? Cek Biaya Franchise dan Keuntungan 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

iPad 9 Masih Layak Dibeli di 2026, Ini Keunggulannya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:54 WIB

Dolar AS Melejit ke Rp17.600, Strategi Ekonomi Habibie Kembali Jadi Sorotan Publik

Berita Terbaru