Usia 50 Tahun Harus Punya Tabungan Berapa? Ini Target Ideal Menurut Pakar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Memasuki usia 50 tahun menjadi salah satu fase penting dalam perencanaan keuangan seseorang. Pada usia tersebut, banyak orang mulai mengevaluasi kesiapan finansial untuk menghadapi masa pensiun agar tetap dapat menjalani kehidupan dengan nyaman tanpa tekanan ekonomi.

Pakar keuangan menilai usia kepala lima merupakan waktu yang tepat untuk mengukur apakah jumlah tabungan dan aset yang dimiliki telah sesuai dengan kebutuhan jangka panjang. Semakin dekat dengan masa pensiun, strategi keuangan biasanya mulai beralih dari fase pertumbuhan menuju fase perlindungan aset.

Target Tabungan Ideal di Usia 50 Tahun

Sejumlah perencana keuangan mengacu pada pedoman yang digunakan lembaga perencanaan pensiun internasional, yakni seseorang berusia 50 tahun idealnya memiliki tabungan setara enam kali pendapatan tahunannya.

Sebagai contoh, apabila total pendapatan seseorang dalam satu tahun mencapai Rp100 juta, maka target tabungan yang disarankan sekitar:

Rp100 juta × 6 = Rp600 juta

Angka tersebut dipandang sebagai panduan dasar untuk menjaga stabilitas keuangan saat memasuki masa pensiun.

Target tersebut bertujuan memberikan ruang yang cukup bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup ketika penghasilan aktif mulai berkurang atau berhenti.

Baca Juga :  Perusahaan Otomotif Jepang Mau Cabut dari Indonesia? Ini Penjelasan Airlangga

Dana Darurat Tetap Menjadi Prioritas

Selain menyiapkan tabungan pensiun utama, dana darurat juga dinilai tetap penting, terutama pada usia yang semakin mendekati masa pensiun.

Idealnya seseorang tetap memiliki dana darurat setara:

  • 6 bulan biaya hidup minimum
  • Hingga 12 bulan biaya hidup untuk keamanan tambahan

Dana ini dapat digunakan untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti biaya kesehatan, kehilangan pendapatan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Strategi Investasi Mulai Berubah

Di usia 50 tahun, pola investasi umumnya mulai mengalami perubahan. Jika pada usia produktif awal investor cenderung agresif, maka mendekati masa pensiun banyak orang mulai beralih ke instrumen dengan risiko lebih rendah.

Beberapa tujuan perubahan strategi investasi antara lain:

  • Menjaga nilai aset yang sudah terkumpul
  • Mengurangi risiko kerugian besar
  • Menjaga kestabilan arus dana jangka panjang

Pendekatan konservatif biasanya dipilih agar dana yang telah dibangun selama bertahun-tahun tetap aman.

Angka Tabungan Bukan Aturan Mutlak

Meski demikian, pakar keuangan mengingatkan bahwa target enam kali pendapatan tahunan bukan aturan baku yang berlaku untuk semua orang.

Baca Juga :  Waktu Tempuh Jambi–Betung Tinggal 2 Jam, Pembangunan Tol Trans Sumatera Kian Ngebut

Kebutuhan setiap individu dapat berbeda bergantung pada berbagai faktor seperti:

  • Kapan ingin pensiun
  • Besaran pengeluaran bulanan
  • Gaya hidup saat pensiun
  • Lokasi tempat tinggal
  • Tanggungan keluarga

Seseorang dengan kebutuhan hidup lebih sederhana mungkin memerlukan dana yang berbeda dibanding mereka dengan gaya hidup lebih tinggi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tabungan Belum Mencukupi?

Bagi individu yang merasa tabungannya masih jauh dari target, masih tersedia waktu untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memprioritaskan pelunasan utang
  • Mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak
  • Meningkatkan porsi tabungan dan investasi
  • Mempertimbangkan sumber penghasilan tambahan
  • Menyesuaikan target gaya hidup saat pensiun

Perencanaan yang dilakukan lebih awal dapat membantu mengurangi tekanan finansial di masa mendatang.

Mempersiapkan dana pensiun bukan hanya soal mencapai angka tertentu, tetapi juga membangun kebiasaan keuangan yang sehat agar masa tua dapat dijalani dengan lebih tenang dan stabil.

Berita Terkait

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya
BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun
Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya
PPh Final UMKM Dibatasi, Ini 3 Wajib Pajak yang Masih Bisa Menggunakannya
Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup
Status Desil DTKS Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat Aplikasi Cek Bansos
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:00 WIB

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Teknologi

Samsung P9 dan P7 Hadir dengan USB4, Kapasitas hingga 8TB

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:00 WIB