Kronologi Wabah Hantavirus Klaster MV Hondius

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Wabah hantavirus yang muncul di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius menjadi perhatian internasional setelah sejumlah penumpang dilaporkan terinfeksi dalam pelayaran kawasan Atlantik Selatan dan Antartika pada April 2026.

Kasus ini kini turut melibatkan Indonesia setelah seorang warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien dari klaster tersebut menjalani perawatan dan pemantauan di Jakarta.

Awal Mula Klaster Hantavirus MV Hondius

Berdasarkan laporan investigasi awal, pasangan bernama Leo dan Mirjam disebut sebagai kasus pertama dalam klaster wabah di kapal MV Hondius. Keduanya diketahui merupakan pengamat burung yang sebelumnya melakukan perjalanan ke beberapa wilayah Amerika Selatan seperti Argentina, Chile, dan Uruguay.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menyebut pasangan tersebut diduga terpapar hewan pengerat saat mengunjungi area pembuangan sampah di kawasan Patagonia, Amerika Selatan.

Investigasi dan Pelacakan Kontak Erat

Setelah kasus terdeteksi, berbagai otoritas kesehatan internasional melakukan:

  • Pelacakan kontak erat penumpang kapal
  • Investigasi sumber penularan
  • Pemantauan kondisi penumpang
  • Evakuasi pasien yang terindikasi terpapar virus
Baca Juga :  Benarkah Lamine Yamal Masih Keluarga Lionel Messi? Simak Faktanya

Kasus ini menjadi perhatian karena jenis virus yang terlibat diduga merupakan Andes virus, salah satu tipe hantavirus yang dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

WNA di Jakarta Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Indonesia ikut terlibat dalam penanganan kasus setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menerima laporan mengenai seorang WNA berusia sekitar 60 tahun yang tinggal dan bekerja di Jakarta Pusat.

Pria tersebut diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan pasien kedua dari klaster MV Hondius yang dilaporkan meninggal dunia.

Pasien kemudian dievakuasi dan dirawat di RSPI Sulianti Saroso untuk pemantauan lebih lanjut. Hingga kini, pasien dilaporkan dalam kondisi sehat dan belum menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada infeksi aktif hantavirus.

Baca Juga :  WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang

Perbedaan Hantavirus MV Hondius dan Kasus di Indonesia

Pemerintah menegaskan bahwa hantavirus dalam kasus MV Hondius berbeda dengan tipe yang umum ditemukan di Indonesia.

Andes Virus

Kasus pada kapal pesiar berkaitan dengan Andes virus yang banyak ditemukan di Amerika Selatan dan dapat menyebabkan:

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
  • Gangguan pernapasan berat
  • Risiko kematian tinggi pada kasus tertentu

Hantavirus di Indonesia

Sementara itu, hantavirus yang lebih sering ditemukan di Indonesia berkaitan dengan:

  • Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
  • Gangguan ginjal dan perdarahan
  • Penularan yang umumnya terkait paparan tikus atau hewan pengerat

Imbauan Pemerintah

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Menghindari kontak dengan tikus atau hewan pengerat
  • Menggunakan alat pelindung saat membersihkan area kotor
  • Mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan

Berita Terkait

Kasus Meta dan Muse: Nama Brand Sama, Apakah Otomatis Melanggar Hukum?
Siapa Fei-Fei Li? Ilmuwan AI di Balik World Labs yang Dibeli AMD Rp129 Triliun
Trump Resmi Ganti Istilah AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya
Mengenal Yang Xizhe, Bocah 13 Tahun yang Dijuluki Elon Musk Masa Depan
Harga Minyak Dunia Hari Ini 29 September 2026 Tembus US$106,5, Harga BBM Oktober Jadi Sorotan
BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?
AS-China Pangkas Tarif Perdagangan Puluhan Miliar Dolar, Ini Daftar Barang yang Terdampak
Kompensasi CEO Tertinggi : Elon Musk Jauh di Atas Bos Perusahaan Lain
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kasus Meta dan Muse: Nama Brand Sama, Apakah Otomatis Melanggar Hukum?

Rabu, 30 September 2026 - 22:00 WIB

Siapa Fei-Fei Li? Ilmuwan AI di Balik World Labs yang Dibeli AMD Rp129 Triliun

Rabu, 30 September 2026 - 18:18 WIB

Trump Resmi Ganti Istilah AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya

Selasa, 29 September 2026 - 20:00 WIB

Mengenal Yang Xizhe, Bocah 13 Tahun yang Dijuluki Elon Musk Masa Depan

Selasa, 29 September 2026 - 10:01 WIB

Harga Minyak Dunia Hari Ini 29 September 2026 Tembus US$106,5, Harga BBM Oktober Jadi Sorotan

Berita Terbaru