Jakarta – google.com kembali mengeluarkan peringatan penting bagi pengguna smartphone terkait maraknya penipuan lewat panggilan telepon misterius. Di tengah meningkatnya kasus pencurian data dan pembobolan rekening digital, raksasa teknologi tersebut memperkenalkan fitur Deteksi Penipuan real-time pada perangkat Pixel untuk membantu pengguna mengenali modus penipuan yang semakin canggih pada tahun 2026.
Fitur keamanan terbaru ini bekerja menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang mampu membaca pola percakapan selama panggilan berlangsung. Jika sistem mendeteksi adanya indikasi penipuan, layar ponsel akan langsung menampilkan peringatan otomatis. Pengguna juga diberikan opsi untuk segera menutup telepon atau melaporkan panggilan tersebut sebagai aktivitas mencurigakan.
Google menyoroti salah satu modus paling berbahaya yang kini banyak memakan korban, yakni panggilan yang mengatasnamakan bank, layanan pinjaman online, hingga petugas pajak. Pelaku biasanya mencoba membuat korban panik dengan alasan rekening bermasalah, transaksi mencurigakan, atau hadiah tertentu agar korban mau memberikan kode OTP, PIN, hingga mentransfer uang dalam waktu singkat.
Pada seri Pixel 9, fitur ini ditenagai Gemini Nano berbasis AI generatif yang mampu memproses analisis percakapan langsung dari perangkat. Sementara pengguna Pixel 6 hingga Pixel 8a tetap mendapatkan perlindungan melalui sistem machine learning milik Google yang berjalan secara lokal tanpa harus menyimpan rekaman panggilan ke server eksternal.
Google memastikan privasi pengguna tetap aman karena audio maupun transkrip percakapan tidak disimpan secara permanen. Semua proses analisis dilakukan secara real-time dan tidak dapat diakses kembali setelah panggilan selesai. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan data pribadi pengguna di tengah meningkatnya ancaman siber global.
Fitur Deteksi Penipuan sendiri masih dinonaktifkan secara default. Pengguna yang ingin mengaktifkannya bisa masuk ke aplikasi Telepon Google, lalu membuka menu Setelan dan memilih opsi Deteksi Penipuan. Saat ini layanan tersebut baru tersedia untuk pengguna beta publik di Amerika Serikat dengan perangkat Pixel 6 atau versi lebih baru.
Maraknya penipuan telepon di era digital membuat masyarakat harus semakin berhati-hati menerima panggilan dari nomor asing. Banyak pelaku kini menggunakan teknologi spoofing yang mampu menyamarkan nomor agar terlihat seperti nomor resmi bank atau institusi tertentu. Karena itu, pengguna disarankan tidak mudah percaya pada penelepon yang meminta data pribadi, kode OTP, maupun transfer dana mendadak.
Para pakar keamanan siber juga mengingatkan bahwa modus penipuan digital diperkirakan terus meningkat sepanjang 2026 seiring pertumbuhan layanan perbankan online dan transaksi digital di Indonesia. Penggunaan fitur keamanan tambahan seperti yang dikembangkan Google dinilai dapat membantu mengurangi risiko kebocoran data serta kerugian finansial akibat kejahatan siber.
FAQ
Apa fungsi fitur Deteksi Penipuan Google?
Fitur ini berfungsi mendeteksi pola percakapan yang mengarah pada modus penipuan saat panggilan telepon berlangsung secara real-time.
Nomor seperti apa yang harus diwaspadai?
Nomor asing yang meminta transfer uang, kode OTP, PIN ATM, atau data pribadi wajib diwaspadai karena berpotensi penipuan.
Apakah fitur ini menyimpan rekaman telepon?
Tidak. Google memastikan audio dan transkrip percakapan tidak disimpan secara permanen.
Ponsel apa saja yang mendukung fitur ini?
Saat ini fitur tersedia untuk perangkat Google Pixel 6 hingga Pixel 9 di wilayah tertentu.
Bagaimana cara mengaktifkan fitur Deteksi Penipuan?
Masuk ke aplikasi Telepon Google → Setelan → Deteksi Penipuan → aktifkan fitur. (Tim)









